Jumat, 05 Mei 2017 - 17:22:56 WIB
Ampas Tahu yang Dinantikan
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 666 kali

Menjadi perajin Tahu telah dilakoni Rasito (60) bersama Rasidem (59) istrinya selama lebih dari duapuluh tahun. Industri rumahan yang dikelola pasangan paruh baya ini juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Sebab itulah mereka berusaha menjaga agar cerobong asapnya tetap ngebul yang berarti tetap produksi meskipun hanya mengolah duapuluh kilo kedelai setiap harinya. Selasa, 2 Mei 2017 lalu PAMOR berkunjung ke tempat usahanya di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Kepada PAMOR mereka bercerita saat berniat menghentikan produksinya lantaran tenaganya yang tidak sekuat dulu saat masih muda. Apalagi anak semata wayangnya sudah hidup mapan bahkan bisa mencukupi kebutuhan orang tuanya. Namun, kenyataan berkata lain, ternyata keberadaan industri rumahan itu sudah menjadi bagian dari masyarakat sekitar bukan saja untuk keluarga semata.  Sehingga saat cerobong sudah tidak lagi ngebul suara resah dari orang sekitar pun mulai terdengar.

Nurani pasangan paruh baya inipun tersentuh oleh ungkapan yang kerap dilontarkan orang-orang sekitar. "Wong-wong kene isih butuh lawuh, nek nutup dadi angel golet lawuh." (orang-orang sini  masih butuh lauk, kalau tutup jadi susah mencari lauk). Meskipun lauk yang mereka maksud bukanlah Tahu produksinya melainkan ampas Tahu yang diolah menjadi makanan khas yang biasa disebut Themlek. Sementara Tahu hasil produksi Rasito bersama istrinya biasa dijual sendiri di pasar Kotayasa.

Themlek atau ampas Tahu memang memiki cita rasa tersendiri bagi mereka yang menyukainya. Untuk mengolahnya Themlek dibumbui terlebih dahulu lalu dibalur dengan tepung kemudian digoreng, Themlek pun siap disajikan baik untuk cemilan maupun lauk makan. Tentunya mereka yang menggemari Themlek punya alasan tersendiri meskipun hanya sisa olahan Tahu. Seperti halnya Sriyanti (40) warga setempat yang hampir setiap harinya membeli Themlek. Selain harganya yang jauh lebih murah dari Tahu dan rasanya pun tidak kalah enak tergantung bagaimana cara mengolahnya saja. //ipung