Rabu, 03 Mei 2017 - 14:08:23 WIB
Tempe Keripik 'Bu Nati' Bantu Ekonomi Keluarga
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 656 kali

Cilacap - Renyah dan gurih, cita rasa inilah yang menjadikan tempe keripik bisa dinikmati, sebagai camilan maupun lauk ketika santap makan. Bagi para ibu rumah tangga yang memahami, tempe keripik ini bisa dijadikan peluang usaha dalam membantu perekonomian keluarga.

Peluang itulah yang selama ini telah dilakoni Nati (58) selama 30 tahun silam, warga Jalan Kakap, RT 05 RW III, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Cilacap dengan mendirikan usaha pembuatan tempe keripik “Bu Nati” untuk membantu perekonomian keluarganya.

Setiap hari dari pukul 05.00 pagi hingga 13.00 WIB dengan dibantu Karmiyati, ia pun sibuk mengolah tempe keripik secara tradisional. Tempe keripik yang diproduksi setiap hari sebanyak 55 bungkus atau 495 buah tempe keripik. Namun bila memasuki musim liburan, lebaran dan tahun baru, ia akan menambah hasil produksinya karena banyak yang pesan untuk oleh-oleh maupun sebagai camilan.

Satu bungkus tempe keripik Nati, untuk ukuran yang besar, isinya sebanyak 9 buah. Sementara untuk ukuran kecil sebanyak 18 buah tempe keripik. Satu bungkus besar dan kecil harganya sama yakni Rp 12.000,- perbungkusnya.

Ditemui di rumahnya, Selasa (02 Mei 2017), Nati yang didampingi anak bungsunya, Karmiyati (31) mengungkapkan latar belakang menggeluti usaha produksi tempe keripiknya tersebut. Ide usaha membuat tempe keripik tercetus, karena dia ingin membantu suaminya supaya ada tambahan penghasilan untuk kebutuhan hidup keluarganya.

"Waktu itu anak-anak masih kecil, selain untuk kebutuhan keluarga juga untuk uang jajan mereka,"kenang ibu 3 anak dan 4 cucu ini, sambil menggoreng tempe keripik.

Dijelaskan Nati, setelah suaminya meninggal tahun 2009 silam, usaha yang awalnya sebagai sampingan kini sudah menjadi usaha pokok baginya dan anak bungsunya. "Lumayan mas, untuk jajan cucu dan kebutuhan sehari-hari," terangnya.

Dalam pemasaran tempe keripik, Nati tidak menitipkan ke warung-warung. Pembeli atau pelanggan datang langsung ke rumahnya untuk membeli hasil olahannya. "Alhamdulillah, sudah banyak pelanggan yang datang kerumah. Bahkan tempe keripik saya dijadikan buah tangan bagi TKW yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Singapore untuk camilan maupun pengganti lauk. Tempe keripik sudah merasakan naik pesawat terbang, tapi yang bikin malah belum pernah," ujarnya sambil ketawa.   

Untuk masalah rasa tempe kripik buatan Nati ini, juga tak kalah lezat dengan olahan kripik tempe di daerah lain. Rasa gurih tempe keripik ini berasal dari bumbu yang sangat sederhana dicampur dengan tepung beras dan kanji untuk membalut tempe agar lebih renyah.

Untuk menjaga kualitas tempe keripik, Nati menghindari penggunaan minyak curah. Jadi rasa tempe kripik tetap terjaga dan tahan lama. "Saya juga pesan sama Karmiyati agar meneruskan usaha tempe keripik untuk membantu suaminya dalam menambah penghasilan," tuturnya. //wid