Senin, 10 April 2017 - 12:10:45 WIB
Acara Penutupan Festival Ebeg Banyumas
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 432 kali

Ebeg merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang terkenal di Banyumas dan sekitarnya. Bentuk kesenian tarian tradisional yang menggunakan properti kuda kepang ini menggambarkan kegagahan prajurit berkuda. Ebeg pada umumnya berjumlah delapan penari pria.

Dalam pertunjukannya, Ebeg juga dilengkapi dengan penari topeng yang disebut penthul, cepet dan barongan (seperti sapi yang dimainkan oleh dua orang) serta sintren yaitu penari pria yang berdandan seperti wanita di dalam sebuah kurungan atau dengan ditutupi kain hitam.

Semua pemain Ebeg dalam pertunjukannya mengalami in trance. Mereka akan kesurupan dan tidak sadarkan diri dan melakukan adegan-adegan yang bisa dibilang membahayakan.

Seperti halnya yang dipentaskan oleh grup ebeg Janur yang tampil pada acara penutupan Festival Ebeg Banyumasan di lapangan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Minggu (2 April 2017) lalu.

Berbagai pertunjukan pun ditampilkan oleh grup pimpinan Cueng Tato ini, salah satunya adalah adegan memukulkan lampu neon ke kepala salah satu pemain ebeg. Pertunjukan yang ditonton oleh ratusan orang dari berbagai penjuru ini berjalan cukup meriah hingga akhir acara.

Selain penampilan ebeg dari grup Janur, pada acara penutupan Festival Ebeg Banyumas ini juga dilakukan pembagian hadiah kepada tiga grup pemenang oleh Wakil Bupati Banyumas Dr Budi Setiawan. Ketiga pemenang tersebut yaitu Grub Ebeg Brahma Tunggal dari Ciberem, Kec Sumbang sebagai juara pertama, sementara untuk juara kedua diraih oleh Grup Ebeg Banyu Biru dari Banteran dan juara ketiga dari grup Turonggo Jati dari Desa Kutasari Kecamatan Baturaden.//ats