Minggu, 02 April 2017 - 23:40:17 WIB
DPC FSP KEP Cilacap Gelar Musyawarah Cabang
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 469 kali

Cilacap - DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Cilacap menggelar Musyawarah Cabang I, Minggu (02 April 2017) di Batik Room gedung Griya Patra, Jalan Ir H Juanda, Cilacap.

Muscab tersebut dihadiri Ketua Umum DPP FSP KEP, Sunandar, Ketua DPC FSP KEP Cilacap, Agus Hidayat, Sekertaris DPC FSP KEP Cilacap, Dwiantoro Widagdo, segenap pengurus DPC FSP KEP Cilacap, utusan dari  PUK Nawakara, PUK PT DUS, PUK APPEC, PUK KAI dan KSPI Cilacap.

Agenda muscab tersebut, selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus DPC FSP periode 2013-2017, juga melaksanakan pemilihan dan menetapkan Dwiantoro Widagdo sebagai Ketua DPC FSP KEP Cilacap untuk periode 2017-2021.

Usai agenda muscab, Ketua Umum DPP FSP KEP, Sunandar menjelaskan, DPC FSP KEP Cilacap baru membentuk atau melakukan satu gerakan itu mulai tahun 2014. Dari 2014 sampai 2017 memang belum terlihat, beberapa tenaga dan tim. “Sehingga untuk mekanisme organisasi hanya melakukan konsolidasi biasa,” tuturnya.

Sunandar menilai, kebijakan muscab yang kali pertama ini merupakan sejarah bahwa DPC FSP KEP Cilacap sudah melakukan upaya untuk bagaimana organisasi ini berjalan dengan semestinya.

Dijelaskan Sunandar, melalui pesta demokrasi ini, mekanisme pelaksanaan muscab hari ini, sangat luar biasa. Diharapkan kedepan FSP KEP Cilacap, bisa berkembang, berdayaguna, bermanfaat dan dipercaya oleh masyarakat sebagai organisasi yang bisa melindungi, membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pekerja.

Dengan kehadiran DPC yang baru ini, menurut Sunandar, menjadi semangat yang baru  untuk bisa memberikan kontribusi, menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah dan seluruh jaringan yang ada. “Selain itu, pengurus dan anggota  harus mampu menjalankan AD ART FSP KEP yang menjadi simbol kekuatan organisasi,” ucapnya.

Disamping itu, Sunandar juga menegaskan, Ketua DPC terpilih, harus mampu menjadi sosok pemimpin yang bisa untuk panutan. “Pemimpin harus bisa memberikan satu keputusan yang bijak secara kolektivitas. Tidak boleh otoriter, tidak terbuka dan mau menang sendiri. Harus disadari bahwa keputusan organisasi adalah keputusan secara bersama,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPC FSP KEP Cilacap, Dwiantoro Widagdo. Ia menuturkan sesuai dengan tema muscab yaitu melakukan sebuah konsolidasi untuk menjadi oraganisasi yang mandiri dan mengakomodir semua kepentingan dari anggota. “Apapun itu, sepanjang untuk kesejahteraan semua anggota harus kita akomodir,” ucapnya.

Disamping itu, lanjut Dwiantoro, kita terus berupaya membesarkan organisasi dengan berbagai program kesejahteraan pekerja, diantaranya ialah menekan bahwa kelangsungan kerja untuk outrsourcing itu wajib dilakukan oleh semua perusahaan dan harus didukung oleh pemerintah. “Kita juga akan senantiasa ikut mendongkrak agar kesejahteraan pekerja bisa terwujud,” ujarnya.

Dikatakan Dwiantoro, selain itu, kita juga akan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan seperti melalui sertifikasi dan pelatihan sehingga kedepan semakin profesional sesuai dengan peraturan.

Dwiantoro menegaskan meskipun peraturan perundang undangan masih memberlakukan outrsourcing, namun bukan berarti kita harus duduk diam. “Walaupun aturan outrsourcing tidak dihapus. Kita harus melihat segi positifnya,” jelasnya.

Aturan outrsourcing, menurut Dwiantoro, masih ada beberapa peraturan undang undang yang bisa disiasati yaitu di skala upah, supaya pekerja outrsourcing pun mendapatkan upah sesuai skala upah yang diterapkan oleh pemerintah.

“Untuk itu kita adakan pelatihan tentang pembuatan skala upah agar semua pekerja paham, sehingga ketika berbicara dengan pemerintah dan pengusaha, semua akan memahami skala upah tersebut,” jelasnya. Dodo/heru