Senin, 13 Februari 2017 - 17:05:02 WIB
36 Pasutri Iringi Perarakan Ekaristi Hari Perkawinan Sedunia
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 2 kali

Pertama kalinya, Gereja Santo Yoseph Purwokerto mengadakan Ekaristi Hari Perkawinan Sedunia (HPS) yang dipimpin langsung oleh Romo Paroki St. Yoseph - RD. Agustinus Dwiantoro, minggu (12 Februari 2017) lalu.

Perarakan 36 pasutri dengan membawa symbol - simbol perkawinan berupa lilin dan bunga menuju altar. Ke - 36 pasangan suami - istri melambangkan peringatan Hari Perkawinan Sedunia, yang terhitung dari tahun 1981 hingga sekarang.

"Cintailah Satu Sama Lain" menjadi tema utama dalam perayaan Hari Perkawinan Sedunia. Yang diangkat dari surat Yoh 15 : 12, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu".

Hari Perkawinan Sedunia yang dilambangkan dengan  lilin yang menyala, ikatan bunga dan Hati. Simbol lilin menyala sebagai wujud harapan pasangan suami - istri untuk dapat mengingatkan kembali tentang panggilan cinta dalam sebuah perkawinan menjadi terang dunia. Sementara simbol bunga, melambangkan keindahan dalam kehidupan berkeluarga yang selalu diharumi dengan kasih sayang oleh kedua-nya. Serta, simbol hati yang melambangkan kesatuan hati antara pasangan suami istri yang menghasilkan daya yang memberi hidup dan memberi inspirasi satu sama lain untuk menghasilkan buah - buah dalam ke-manunggalan.

Ekaristi Hari Perkawinan Sedunia yang digarap oleh DPP St. Yosep bersama dengan Team Kerasulan Keluarga, dibantu beberapa kelompok kategorial. Seperti komunitas ME, CFM, PD KK St. Yosep, PD. Eklesia, dan Komunitas Pasutri Kana.

"Pem-prakarsa diadakan Hari Perkawinan Sedunia adalah Komunitas ME," jelas Feri Purnomo salah satu DPP St. Yosep

Menurut Feri Purnomo, tujuan diadakannya Hari Perkawinan Sedunia adalah sebagai bentuk penghargaan bagi pasutri sebagai pemimpin keluarga dan sel terkecil dari masyarakat. Juga untuk menyambut indahnya nilai kesetiaan, pengorbanan dan kegembiraan antara suami - istri dalah kehidupan perkawinan mereka. Dari hal itu, maka Komunitas ME mengusulkan untuk diadakannya Hari Perkawinan Sedunia kepada Team Kerasulan Keluarga dan DPP St. Yosep sebagai kegiatan paroki.

"Karena merupakan kegiatan pertama kali, Panitia sudah menginformasikan kepada umat melalui pengumuman gereja, memasang banner, selebaran dan info melalui media sosial agar umat hadir dan ikut merayakan Ekaristi Hari Perkawinan Seduni," papar Feri saat dihubungi melalui whatsapp.

Bagi Romo Paroki St. Yosep, diadakannya Ekaristi Hari Perkawinan Sedunia (HPS) sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dalam berkeluarga bagi umat katolik.

Walaupun ekaristi HPS belum bisa menjadi data yang pasti dalam ekaristi gereja yang seharusnya. Oleh karena Ekaristi Hari Perkawinan Sedunia bukan berasal dari Roma, yang sudah pasti mempunyai wadah tertentu yang menampung atau mengatur untuk dirayakannya perayaan ekaristi tersebut. Maka, HPS belum bisa sebagai data acuan untuk dilakukan perayaan ekaristi bagi gereja. Tetapi Ekaristi HPS bisa dilakukan secara khusus di dalam ekaristi gereja, "jelas Rm Toro saat ditemui".//pandu