Sabtu, 12 Desember 2015 - 13:49:43 WIB
Pande Besi Pasir Wetan, Berawal Dari Kebutuhan Senjata
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 1073 kali

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar dentingan besi beradu, suaranya bersumber dari sebuah pemukiman, tepatnya di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Siang itu Jumat, 11 Desember 2015 lalu. Rasa penasaran membawa langkah untuk menghampirinya. Tak hanya dentingan saja, kebulan asap  pun terlihat dari semburan api yang membakar arang. Sementara dua orang terlihat saling berhadapan, keduanya sama-sama bermandikan keringat. Sebuah palu besar dan tang penjepit ada pada genggaman mereka.

Tidak terdengar ada percakapan dari keduanya, hanya saja pandangan mereka tertuju pada sebatang besi yang masih membara usai dibakar. Si pemegang palu dengan sigap mengarahkan tempaan palunya pada besi yang membara itu, sementara seorang lainnya dengan kuat memegang besi panas menggunakan tang penjepitnya. Rupanya mereka si pande besi yang sedang bekerja mengerjakan pesanan. Biasanya berupa alat-alat pertanian seperti cangkul, parang, cabit, serok, kudi, dan sejenisnya.

Keberadaan pande besi di Desa Pasir Wetan, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Banyumas. Konon keberadaanya itu tidak lepas dari sejarah leluhurnya yang dimulai pada masa perjuangan Kyai Nurhakim. Pada masa itu Pasir Wetan menjadi pusatnya para empu dan pande besi, yang memasok senjata saat perang Diponegoro. Kyai Nurhakim adalah seorang pejuang dan ulama dari Surakarta Hadiningrat yang diutus oleh Pangeran Diponegoro untuk menggalang kekuatan di daerah Astana Pasir. Demikian menurut Ahmad Rusamsi (40) yang juga seorang perajin atau empu di Desa Pasir Wetan.  

Keahlian para empu itulah yang secara turun-temurun diwariskan oleh generasi penerusnya sampai saat ini. Pande besi yang awalnya untuk memenuhi kebutuhan senjata, kini menjadi sumber penghidupan para perajinnya. Produk yang dihasilkanpun beragam sesuai pesanannya, dengan proses pembuatan yang dimulai dari pemilihan bahan besi baja. Kemudian besi dibakar ditungku menggunakan arang hingga besi membara, selanjutnya dibentuk sesuai pesanan dengan cara ditempa menggunakan palu. Hingga proses akhir dimana produk siap untuk diberi merek dan dikemas.//djarot-sp.



jasa arsitek
25 Desember 2015 - 00:24:05 WIB

Apakah template situs anda bisa didapat secara gratis? Tampilannya bagus banget man..