Kamis, 19 November 2015 - 12:32:18 WIB
Membangun Kritisisasi Mahasisswa dengan Drama
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 559 kali

Mahasiswa sebagai agent of changes di tuntut untuk kritis dan peka terhadap lingkungan, paham akan masalah-masalah yang sedang melanda bangsanya. Aktif berperan dalam membela kesejahteraan rakyat. Namun pada kenyataanya sekarang, eksistensi mahasiswa dalam membela hak-hak rakyat semakin meredup.

Sikap apatis para pemuda generasi sekarang yang sudah terpengaruh oleh kebudayaan konsumtif yang telah menjadi moral buruk yang merekat, hanya menutup mata dan tanpa mau tahu sebenarnya sudah bobrok suatu sistem kenegaraannya, bahkan di lingkungan pendidikannya sekalipun. Hanya asik dengan gadget, menikmati dan terbawa arus fantasi dunia game online dan sosial media. Betapa mirisnya.

Rabu, 18 november 2015 sekumpulan mahasiswa yang masih peduli dengan nasib pemuda indonesia, mencoba untuk membuka mata dan membangunkan para pemuda dari tidurnya. Adalah Teater Didik, salah satu ukm di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Purwokerto yang bergerak di bidang seni drama dan teater.

Membangun kritis mahasiswa dengan mengadakan acara pertunjukan teater bertema “kondisi kita hari ini” yang di alurkan dalamnya tentang isu-isu birokrasi kampus, kondisi perekonomian bangsa, carut-marut sistim pendidikan bangsa, dan isu-isu intern sosial lainya. Dikemas dengan sedemikian rupa agar aspirasi yang mereka sampaikan dapat mengena kepada mahasiswa, dan menghibur untuk mereka juga.

“Nyalurin aspirasi dengan demo turun ke jalan untuk mahasiswa sekarang sudah pada males, kami mencoba dengan cara yang berbeda tetapi esensinya tetap mengena.” Terang Gaman wahyudi salah satu panitia sekaligus pimpinan produksi dalam acara tersebut.

Acara yang telah persiapkan 42 panitia selama tiga bulan sejak bulan september, mempunyai konsep satu alur drama namun terdiri dari lima bab cerita yang masing-masing cerita mempunyai tema pembahasan kasus yang berbeda. Di perankan oleh sepuluh aktor yang berperan sebagai komponen sebuah perguruan tinggi seperti, Dosen, mahasiswa, karyawan, satpam kampus dan lain-lain. Bertempat di gedung serbaguna (GOR) IAIN purwokerto acara tersebut di hadiri tidak kurang seribu penonton.

Dwi Sakinah salah satu penonton menyampaikan kesanya tentang acara tersebut. Menurutnya pentas teater tersebut sangat berkesan dan menarik, bukan hanya sekedar menikmati pertunjukan, tapi kita disadarkan akan kondisi kita sebagai mahasiswa saat ini.

Terdapat dua kali sesi pertunjukan yang di pisah di waktu yang berbeda. Sesi pertama pukul 15.30-17.30 WIB, dan di tampilkan lagi puku 19.30-21.30 WIB “Kebanyakan mahasiswa IAIN itu mondok, dan anak pondok tidak di berlakukan keluar jam malam, makanaya untuk jam sore memang kami peruntukan bagi mereka yang mondok.” Tambah Gaman sebagai senior di teater didik.//j.abdullah