Rabu, 04 November 2015 - 12:42:42 WIB
Pengaruh Hindu Pada Budaya Jawa
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 755 kali

Budaya adalah karya cipta kesadaran manusia untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya, oleh karena itu dalam budaya tersimpan nilai-nilai kehidupan, termasuk didalamnya kepercayaan, keyakinan dan bahkan agama. Budaya ada dan berkembang seirama dengan perkembangan masyarakat pendukungnya, itulah sebabnya ketika dalam perjalanan sejarahnya umat manusia melewati berbagai periode perkembangan, maka budayanya pun menjadi semakin beragam, meriah dan kaya warna.

Adakalanya sebuah masa telah begitu lama berlalu dan hanya meninggalkan seonggok “sisa budaya” yang telah terlupakan dasarnya. Sisa budaya itu umumnya disebut tradisi, dan serta merta ditempatkan sebagai warisan budaya peninggalan leluhur tanpa peduli terhadap yang mendasarinya, seperti yang di ungkapkan oleh Suro Gendeng penulis dan pengamat budaya sekaligus pelaku spiritual asal Matesih, Kabupaten Karanganyar, Surakarta.

Lahir dan besar dilingkungan perkotaan yang jauh dari alam pegunungan, Suro Gendeng atau yang punya nama asli Soegeng Karyanto sejak kecil di didik dilingkungan ajaran Theologi agama Samawi yang sangat dogmatis sehingga membentuk karakter yang pramatir, segala-galanya berdasarkan torehan aksara yang tertulis dalam kitab-kitab agama Samawi.

Ketertarikannya pada budaya peninggalan leluhur ketika ia menginjak masa remaja disaat menyaksikan sebuah ritual budaya keraton dimana di acara tersebut menggunakan dupa dan kembang, dari situlah awal mula perjalanan laku membulatkan tekad untuk menyatukan cipta, rasa dan harsa melakukan cara spiritual mulai dari tapa brata, tarak brata sampai lelono broto.

Menginjak dewasa dan kebetulan di tugasi sebagai abdi negara yang ditempatkan di daerah pegunungan yang menyatu dengan alam pedesaan dengan berbagai situs-situs peninggalan leluhur, perjalanan spiritual dan penggaliannya terhadap budaya jawa pun semakin kuat.

Dari semua kejadian, pengamatan dan kajian baik dari kitab-kitab kuno, prasasti serta perjalanan spiritual yang dialaminya, ia pun memberanikan diri menulis berbagai proses kehidupan manusia dari lahir, hidup dan mati yaitu sebuah filosofi yang terkandung pada tembang Macapat Jawa, mulai dari mijil sampai pucung.

Dijelaskan bahwa budaya dan tradisi Jawa memang tidak lepas dari pengaruh Hindu, bahkan kepercayaan Hindu menyusup sampai ke inti terdalam dari kepercayaan dan praktek keyakinan orang Jawa. Paham ketuhanan orang Jawa tentang manunggaling kawulo gusti adalah Pantheisme dan Monotheisme yang berasal dari Hindu. Nilai-nilai Hindu sangat kuat mempengaruhi budaya Jawa, dari kulit hingga inti yang terdalam, dan tentu etika yang berada di antaranya yang menghubungkan keyakinan dengan praktek kehidupan sehari-hari.

Berbicara tentang budaya dalam kontek agama memang berbeda dengan berbicara agama dalam kontek budaya, karena itu budaya Jawa tidak sama dengan agama Hindu dan begitu juga sebaliknya agama Hindu tidak sama dengan budaya Jawa, akan tetapi kaum budaya memahami cipta “kesadaran manusia” untuk memenuhi kebutuhan kehidupan menuju kesejahteraan, maka budaya (karya Cipta) hanya terjadi bila budi telah menerima petunjuk dari dalam (sabda).

“Sabda itu bersumber dari Veda, Veda adalah kitab suci agama Hindu, karena itu budaya ataupun tradisi  Jawa sesungguhnya terinspirasi oleh ajaran agama Veda. Disini saya tidak menyamakan antara agama dan kepercayaan, karena menurut Veda kepercayaan adalah bagian dari agama Hindu yang disebut Sraddha.” Jelasnya.

Tradisi dan budaya Jawa (Adi Luhung) memiliki tiga sapek yaitu tatwa (Falsafat), susiala (Etika dan Moral) dan Yajna upacara (Ritual) sebagai peninggalan para leluhur yang telah mengaktualisasi ajaran Veda dengan cara ngelmu ngudi jumbuhing kawulo gusthi, dan telah menemukan roso jati sunyo ruri yaitu kedamaian tanpa batas.//ip