Minggu, 04 Oktober 2015 - 15:35:43 WIB
Mengisi Waktu Luang Dengan Membatik
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 642 kali

Usianya memang sudah lebih dari delapan puluh tahun, tapi tangan dan jari-jemarinya masih luwes dalam memainkan ujung canting pada setiap lembar kain yang ada, goresan cantingnya yang berisikan cairan nilam panas itupun terus menari pada ruang-ruang atau kolom-kolom kosong kain batik dengan motif jagatan banyumasan. Dialah Mbah Kamijah (83) warga Kalisuren, Desa Papringan, Banyumas.

Membatik memang sudah menjadi kegiatan keseharian Mbah Kamijah dalam mengisi waktu luangnya, di emperan belakang rumah yang berdinding anyaman bambu, nenek tiga anak dan delapan cucu ini biasa membatik.

Kepintarannya dalam membatik ia dapatkan sejak masih anak-anak dari sang ibu yang berprofesi sebagai pembatik, di usianya yang baru sepuluh tahun Mbah Kamijah sudah bisa membatik beberapa motif batik khas Banyumas.

Carane wong batik kuwe tangane kudu bisa nglagu ben hasile alus tur ya apik di deleng. (Cara membatik itu tangannya harus luwes agar hasilnya bagus dah halus).” Ucapnya.

Sembari tangannya terus membatik Mbah Kamijah pun mengatakan untuk motif jagatan banyumasan adalah jenis batik yang paling susah untuk dikerjakan, karena tiap-tiap kolomnya memiliki gambar yang berbeda, jadi si perajin harus tau dan hafal dengan semua gambar yang ada.

Menurutnya, untuk jenis batik yang mudah dikerjakan adalah jenis batik kandangan, jenis ini siperajin biasanya hanya mengisi garis-garis putih pada batik dengan pola titik-titik saja.

Untuk satu kain biasanya Mbah Kamijah mendapatkan upah sebilan sampai sepuluh ribu rupiah tergantung jenis batik yang dikerjakan. Kain-kain batik itu ia dapatkan dari seorang pengusaha batik asal Sokaraja.

Meskipun saat ini Mbah Kamijah hanya mengisi kain yang telah dibatik dan dengan upah yang tidak seberapa, tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membatik karena menurutnya membatik adalah tradisi turun temurun yang diwariskan oleh orang tuanya.//ip