Selasa, 08 September 2015 - 21:18:26 WIB
Pentas Budaya Adiluhung Banyumasan
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 686 kali

Hidup boleh gemblung (edan), tapi gemblung yang punya hati, gemblung yang tidak menyakiti, gemblung yang selalu perduli dan gemblung dalam berkresi, itulah ungkapan yang dilontarkan Titut Edi Purwanto pemimpin sekaligus pemilik Padepokan Seni Cowongsewu pada pementasan seni dan teatrikal Gebyar Budaya Banyumasan yang diselenggarakan di Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas, Banyumas Selasa (8/9).

Menurutnya, pementasa Gebyar Budaya Banyumasan yang menampilkan seni teatrikal upacara adat pengantin banyumasan, begalan, lengger dan ebeg kali ini bertujuan untuk mengingatkan dan mempertontonkan kembali kepada masyarakat banyumas pada umumnya tentang budaya adiluhung asli banyumas yang saat ini sudah mulai banyak ditinggalkan.

“Saat ini sudah jarang sekali orang yang mau negadakan pesta pernikahan dengan menggunakan adat Banyumas asli, dan cenderung memilih yang modern.” Ucapnya disela-sela acara.

Pentas seni yang digelar di lapangan Desa Pangebatan ini juga dihadiri oleh Khutibul Umam Wiranu M.Hum salah satu anggota DPR RI asal Cilongok, Camat Karanglewas dan perwakilan dari Disporabudpar.

Kothibul Umam dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat banyumas agar senantiasa menjaga dan melestarikan budanya asli banyumas, dan diharapkan dengan adanya pentas budaya kali ini masyarakat tergugah kembali untuk menjalankan tradisi yang sudah mulai ditinggalkan.//ipung