Senin, 10 November 2014 - 18:38:07 WIB
Otnil Tasman SOKARAJA MBIGAR
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Budaya - Dibaca: 10131 kali

Menyoroti perjalanan lengger barangan (ngamen) yang mengais rezeki dengan kesederhanaan dan tradisinya di tengah ramainya kota. Dua hal yang membedakan mbarang lengger di jaman dahulu dengan mbarangnya lengger jaman sekarang. Dahulu sambil menanti masa panen, seniman lengger keliling kampung supaya dapat tanggapan.

Lain halnya dengan lengger sekarang yang langsung terjun ke masyarakat (kota) mbarang di seberang jalan, memang mendapatkan hasil tapi kemudian menimbulkan satu problematika yaitu penurunan derajat dari kesenian itu sendiri. Kesenian lengger yang merupakan kesenian adiluhung sebagai ekspresi dari kreatifitas masyarakat yang bersentuhan dengan alam.

Upaya ingin mengembalikan kesenian lengger pada tempatnya yang merupakan kesenian adiluhung menjadi harapan dan impian Otnil Tasman (25) lewat pertunjukan tari berjudul “Lengger Barangan” garapannya dalam even Sokaraja Mbigar 2 (KieBAE), Minggu (9/11/2014) lalu. Pertunjukan tari diperankan oleh Sri Astuti sebagai lengger asli, Rio Fernando, Otnil Tasman, dan Dede Arif Agung yang memerankan lengger ngamen jalanan.//heru