Jumat, 07 November 2014 - 20:04:04 WIB
Sedekah Laut Nelayan Cilacap
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 13793 kali

Meskipun diguyur hujan lebat sejak pagi hari, tidak menyurutkan ribuan pengunjung yang menyaksikan jalannya prosesi sedekah laut di Cilacap, Jumat (7/11/2014). Prosesi yang sudah  menjadi agenda tahunan ini digelar setiap Suro (Muharram) bertepatan dengan Jumat Kliwon. Acara yang diawali dari Pendopo Kabupaten Cilacap untuk serah terima sesaji berupa jolen tunggul yang diikuti jolen-jolen pengiring.

Jolen-jolen itupun kemudian diarak menuju tempat labuhan di Pantai Teluk Penyu untuk dipindahkan ke kapal nelayan yang telah disiapkan, ritual larungan dilakukan ditengah laut lepas di kawasan pulau kecil yang di sebut Pulau Majethi. Sedekah laut yang digelar setiap tahun ini sepertinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Tradisi yang diawali sejak 1875 pada masa pemerintahan Bupati Cilacap Tumenggung Tjakrawerdaya III, dan mulai 1983 menjadi atraksi wisata Kabupaten Cilacap.

Beberapa pengunjung mengaku senang menyaksikan tradisi tersebut, seperti penuturan Nuryadi (38) dari Kecamatan Sampang yang sudah lebih dari tujuh tahun dirinya tidak melewatkan untuk menyaksikan tradisi tahunan ini. Bahkan beberapa kali ia bermalam di sekitar pantai untuk menyaksikan seluruh rangkaian acara sedekah laut tersebut.

“Acaranya ramai, dan malam harinya ada wayang kulitnya juga,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Taryadi (40) pengunjung asal Banyumas yang mengaku setiap tahun selalu menyaksikan acara tersebut. Acara labuhan sesaji yang digelar setahun sekali ini oleh Taryadi dijadikan agenda untuk berekreasi bersama keluarga.

“Setahun sekali mas, itung-itung buat rekreasi,” tuturnya.

Sehari sebelum rangkaian sedekah laut, dilakukan prosesi nyekar atau ziarah ke Pantai Karang Badung (Pulau Majethi) sebelah timur tenggara Pulau Nusakambangan, dilakukan oleh tetua adat nelayan Cilacap diikuti berbagai kelompok nelayan serta masyarakat. Dengan tujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para nelayan diberi keselamatan dan mendapatkan tangkapan ikan yang melimpah. Selain nyekar juga dilakukan prosesi mengambilan air suci di sekitar Pulau Majethi yang menurut legenda tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma.// ipung