Senin, 03 November 2014 - 16:08:41 WIB
Ritual KENDUREN di Makam Keramat Baturraden
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Tradisi - Dibaca: 3381 kali

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husain mengikuti acara kenduren di makam (petilasan) keramat di Baturraden, Minggu (2/11/2014). Prosesi ritual yang merupakan satu rangkaian dari acara gelar festival budaya grebeg sura Baturraden dilakukan setahun sekali yang diikuti oleh desa pemangku wisata di area lokawisata Baturraden.

Dengan mengenakan pakaian adat khas banyumasan, Husain bersama perwakilan dari sesepuh adat menjalankan ritual kenduren dengan terlebih dahulu memanjatkan doa dan permohonan ijin di depan makan (petilasan) keramat. Selain sesasi utama yang ada di dalam petilasan, nasi tumpeng turut melengkapi ritual kenduri tersebut. Sementara itu dibeberapa sudut area makam terlihat puluhan masyarakat berkumpul mengelilingi tenong-tenong yang juga berisikan aneka macam makanan yang dikemas dalam bentuk takir dan tenggel (golong).

Dari penuturan warga yang turut serta dalam ritual kenduri mengatakan, kegiatan kenduri bersama ini merupakan acara ritual untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Juga diyakini dengan menjalankan ritual kenduri ini segala rahmat dan anugrah akan dilimpahkan kepada seluruh masyarakat Baturraden dan sekitarnya. Setelah melakukan doa bersama, prosesi dilanjutkan dengan acara kendurian atau makan bersama.

Pada prosesi kenduri tersebut, terlihat Husain bersama beberapa orang yang mendampinginya duduk di tikar yang berada persis di depan makam keramat. Ditempat itu tumpeng dengan aneka macam makanan pun telah di sajikan. Begitu juga dengan masyarakat yang ikut menghadiri acara ritual tersebut, selesainya acara doa bersama sekaligus sebagai tanda dimulainya acara makan bersama. Tanpa dikomando lagi tumpeng, tegel, dan takir yang ada di tenong-tenong pun lansung ludes diserbu oleh puluhan masyarakat.

Selesainya acara makan bersama, prosesi berikutnya adalah pemotongan hewan kurban yaitu kambing kendit yang dilakukan oleh ketua adat, dan dilanjutkan dengan acara larungan tumpeng serta pelepasan burung dan ribuan benih ikan di lokawisata Baturraden oleh bupati beserta rombongan dan panitia acara.

Gelar festival budaya “Grebeg Suran Baturraden” diikuti dua belas desa pemangku pariwisata dan beberapa kelompok masyarakat dan pedagang di lokawisata Baturraden. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para peserta arak-arakan gelar festival harus berjalan sekitar dua kilometer. Dimulai dari Bumi Perkemahan Palawis menuju terminal atas di Lokawisata Baturraden.//ipung.