Selasa, 01 April 2014 - 17:35:33 WIB
Perlunya Pemahaman Sejarah Bagi Generasi Muda
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Sejarah - Dibaca: 28188 kali

Pemahaman tentang peristiwa-peristiwa besar proklamasi serta semangat kejuangan Panglima Besar Jendral Soedirman menjelang proklamasi, yang rela berjuang tanpa pamrih adalah hal relevan yang mesti dikedepankan sebagai pemahaman generasi penerus saat ini dan untuk berikutnya. Ungkap Mayor TNI (C.P.M) Purnawirawan DR. A. Arifin. S.Th.M. Miss. D. Mis, salah satu pelaku sejarah yang pernah menjabat sebagai Ajudan II Panglima Besar Jendral Soedirman ketika perang pada agresi militer Belada ke II kepada PAMOR di kediamannya.

Menurutnya, arus globalisasi politik, ekonomi dan budaya yang saat ini berkembang di hampir seluruh pelosok negeri sangat berdampak pada sifat-sifat materialistis dan realistis yang mengakibatkan luntur bahkan hilangnya pemahaman generasi penerus bangsa tentang pentingnya sejarah perjuangan bangsa.

“Generasi muda saat ini harus mencontoh sifat-sifat jiwa patriotik dan revolusioner yang dimiliki oleh para pemuda saat itu yang tercermin dari sikap dan perbuatannya saat merebut kemerdekaan dari penjajah bukan malah melupakannya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Arifin juga menceritakan seperti apa perjuangan yang dijalani oleh Jendral Soedirman beserta para pemuda-pemuda yang memiliki sikap komitmen moral rela berjuang demi kemerdekaan bangsa dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi masing-masing.

“Seperti apa dulu kami dan Jendral Sudirman yang saat itu sedang sakit keras rela berjuang di medan perang demi kebebasan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, itu harusnya menjadi suritauladan generasi saat ini dan berikutnya agar mereka mempunyai jiwa nasionalisme,” jelasnya.

Masih terkenang di benaknya ketika dia dan pasukannya yang mengawal Soedirman bertempur dan bersembunyi dari kejaran tentara Belanda dengan keluar masuk hutan dan perkampungan. Bahkan untuk mengecoh kejaran Belanda saat itu di Kediri dia dan pasukannya membikin Sudirman palsu yang dikawal dengan ketat, dengan tujuan tentara Belanda menyerang Sudirman yang palsu. Sementara Soedirman yang asli bersama beberapa tentara berbaur dengan para pengungsi.

“Dulu siang malam kami selalu berperang melawan tentara Belanda yang menyerang baik dari darat maupun udara dan kita hampir tidak pernah istirahat ataupun ketemu makanan,” ucapnya menceritakan.

Itulah luar biasanya dari Jendral Soedirman yang dalam keadaan sakit keras dan di tandu dengan perlengkapan perang yang seadanya tapi menang melawan penjajahan tentara Belanda yang jauh lebih unggul dalam segala hal.

Dikatakan pula oleh Arifin, rentetan sejarah yang terjadi sebelum dan sesudah kemerdekaan sebenarnya banyak yang tidak diketahui oleh generasi saat ini dan hal itu sungguh sangat memprihatinkan karena bagaimana generasi penerus akan memiliki jiwa nasionalis kalau mereka sendiri tidak memahami sejarah bangsa.

Menghayati peristiwa sejarah perjuangan bangsa sebenarnya bukan hanya sekedar mengingat rentetan peristiwa pada masa silam tetapi sebagai sumber inspirasi yang memberikan penerangan sebagai tuntunan tindakan manusia dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

“Kadang saya merasa sedih ketika melihat apa yang terjadi di negeri ini, Indonesia merdeka itu sudah lebih dari 60 tahun. Tapi apa yang terjadi, begitu besarnya kekayaan yang ada di bumi Nusantara ini tapi bukan kita yang menikmati dan ini jauh dari cita-cita perintis maupun angkatan 45,” tuturnya.

Jadi, lanjutnya, harusnya pemuda sebagai generasi penerus bangsa dapat mewarisi, meneladani serta melestarikan semangat juang tanpa pamrih serta kebersamaan untuk satu tujuan yaitu terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.//ipung