Selasa, 25 Maret 2014 - 15:24:55 WIB
Senja Di Sungai Karang
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 57433 kali

Potret kehidupan Nini Kaswadi layaknya cermin kehidupan masyarakat kecil yang menjalani hidup dengan penuh perjuangan dan semangat untuk tetap bertahan hidup. Kerasnya batu bak sebuah harapan untuk mendapatkan kehidupan yang layak meskipun membawa tubuhnya saja dia sudah kerepotan. Namun, karena tuntutan hidup memaksanya terus menyusuri jalan ke Sungai Karang guna mengambil dan mengumpulkan sedikit demi sedikit batu-batu koral.

Usia tidak menjadi alasan bagi Nini Kaswadi (79) warga Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Senin (24/03/2014) lalu. Dengan bekerja mencari dan mengumpulkan batu koral di sepanjang Sungai Karang. “Ya sethitik-sethitik suwe-suwe kan dadi akeh,” tuturnya.

Untuk mencari dan mengumpulkan batu koral memang membutuhkan kerja keras, ketekunan dan kesabaran yang tinggi, apalagi ketika batu koral yang sudah terkumpul banyak dan tak kunjung datang pembelinya. Itulah kesabaran yang paling melelahkan bagi Nini Kaswadi yang setiap harinya menempuh jarak cukup jauh dan tidak mudah dilalui bagi orang seusianya.

Belum lagi waktu untuk memecah batu-batu tersebut, memang bagi Nini Kaswadi lamanya waktu untuk menunggu pembeli tidak menjadikannya patah semangat. Sekedar mengobati kegalauan iapun berujar bahwa “Cepet laku atau tidaknya batu koral yang sudah terkumpul itu tergantung pada nasib masing-masing”. Meskipun sudah hampir empat bulan ini tidak ada satupun pembeli yang mau membeli batu koralnya. “Kabeh mau tergantung karo nasibe’, nek nasibe’ lagi apik ya mestine cepet payu lha nek urung rezekine ya kudhu sing sabar,” katanya. Berbekal palu dan karung setiap hari Nini Kaswadi menjalani aktififitas sebagai penambang batu koral, panasnya terik mentari tak menjadi masalah yang berarti baginya. Karena kondisi ekonomi anaknya yang serba kekurangan, sehingga memaksa Nini Kaswadi untuk terus bekerja diusianya yang telah senja. Nini Kaswadi memang tidak sendiri, ia bersama puluhan orang yang menjalankan aktifitas di sepanjang Sungai Karang.

“Ya masa arep meneng bae wong isih bisa kerja, ora ketang sethitik kan bisa nggo mbantu anak,” jelasnya.

Sebagai penambang batu koral, Nini kaswadi selalu menjalankan aktifitasnya dari pagi hingga sore hari, meskipun penghasilannya belum mencukupi kebutuhan keluarga tapi semangat untuk terus bekerja menjadi dorongan hidupnya. Rasa letih tampak terlihat jelas dari sosok yang sudah banyak makan asam garam kehidupan yang kini tinggal menggantungkan harapan dari usianya yang telah senja di Sungai Karang.//ipung