Selasa, 25 Maret 2014 - 14:10:54 WIB
Kesenian Tradisional Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Cilacap
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 28224 kali

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Angka seratus lima puluh delapan merupakan angka yang berarti bagi Kabupaten Cilacap. Keistimewaan angka tersebut bagi Cilacap, karena usianya kini menginjak 158 tahun, tepatnya tanggal 21 Maret 2014. Suatu usia yang tidak muda lagi apalagi dilihat dari berdirinya suatu daerah.

Prosesi Hari Jadi yang dilangsungkan di alun-alun Cilacap, Jumat (21/03) diawali dengan persembahan drama penyerahan panji lambang daerah Jala Bumi Wijaya Kusuma Sakti dari Wakil Ketua DPRD, Drs, Ec. Toto Yulisantoso kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, yang dilanjutkan dengan pemasangan panji Jala Bumi Wijayakusuma Sakti.

Kesenian tradisional yang dibawakan oleh lima tim kesenian dari eks distrik se Kabupaten Cilacap, menampilkan berbagai kesenian antara lain, rampak gendang dari distrik Sidareja, Pencak silat dari distrik Majenang, Tari Gambyong dari distrik Kroya, Thek-thek dari distrik Cilacap dan Tari Jalung mas dari eks Kotip, untuk menyemarakan prosesi dan atraksi budaya yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 158 Kabupaten Cilacap.

Aktrasi kesenian tersebut, memukau para pejabat pemkab Cilacap dan masyarakat kota Cilacap yang dengan antusias menyaksikan pagelaran budaya Cilacap. Atraksi budaya tersebut, disaksikan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Akhmad Edi Susanto, Unsur pimpinan daerah, para Kepala SKPD, pimpinan BUMN/BUMD dan undangan lain serta masyarakat Cilacap.

Pertunjukan sejumlah kesenian dalam atraksi budaya tersebut, diperagakan oleh anak-anak pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMA maupun SMK. Pertunjukan atraksi budaya dalam memperingati hari jadi Cilacap menampilkan Rampak gendang dari distrik Sidareja yang diperagakan oleh 150 pelajar dari tingkat sekolah dasar. Kesenian ini menggambarkan perpaduan seni Banyumasan Jawa Tengah dan Sunda Jawa Barat, yang dikemas dengan perpaduan apik antara tari dan irama gendang.

Kesenian lain Pencak Silat dari distrik Majenang dimainkan oleh para pelajar dari SMK Majenang dengan membawakan cerita Berdirinya Kabupaten Cilacap. Diceritakan satu setengah abad yang lalu tiga kerajaan yakni Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran, Kerajaan Islam Banten dan Cirebon, saling berebut satu wilayah yang merupakan cikal bakal Kabupaten Cilacap.

Sedangkan Tari Gambyong dari distrik Kroya, diperagakan oleh 200 pelajar, yang berfungsi untuk menyambut para tamu agung dan merupakan hiburan yang tetap memiliki khas kerakyatan.

Penampilan Thek-thek dari distrik Cilacap yang diperagakan oleh 150 anak, merupakan seni musik yang berasal dari budaya ronda yang dikemas secara apik menjadi satu ansamble musik yang lebih kompleks dan menarik.

Dewi Kurniasari siswi SMK 1 cilacap mengatakan, dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Cilacap dirinya bersama 150 pelajar dari berbagai tingkat menarikan tarian Jalumas yang merupakan salah satu tarian khas kabupaten Cilacap. Menurutnya persiapan yang dilakukan untuk pementasan tari jalumas ini memakan waktu sekitar dua minggu dan tiga hari latihan di lapangan.

Sementara Putri Adies siswa SMP Negeri 3 Cilacap.mengaku sangat senang karena bisa ikut memeriahkan Hari jadi Cilacap. Ia berharap budaya yang dimiliki oleh Cilacap terus ditingkatkan, tidak hanya di pertahankan namun sering dimunculkan sebagai wujud nguri-nguri budaya agar tidak hilang tergerus era globalisasi. Sebagai genersai muda, ia sangat bangga dengan budaya yang dimilikinya. Ia juga berharap kedepan budaya tradisional lebih kreatif dan selalu berinovatif.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Putri siswa dari SMP Purnama 1 Cilacap, ia juga rasa senang karena diikutsertakan dalam menyemarakan Hari Jadi Cilacap yang ke 158. Dia berharap kedepan dalam menyambut hari jadi lebih meriah lagi. Selain itu ia juga berharap kesenian lebih dikembangkan lagi agar tidak luntur tergerus oleh era globalisasi.//dodo