Selasa, 25 Maret 2014 - 10:32:49 WIB
Generasi Yang Mempertahankan Seni Karawitan
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 18606 kali

Suara musik gamelan yang mengalun seakan memecahkan kesunyian siang itu, bunyi gendang yang ditabuh oleh salah satu siswa menghentak seirama dengan paduan seimbang bunyi kenong, saron dan gambang juga tak terlewatkan dengan gongnya. Begitupun dengan tembang yang dilantunkan oleh dua siswi sebagai pesindennya. Mereka ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri I Somagede, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Rabu (19/03/2014) lalu, saat mengikuti pelajaran ekstrakulikuler karawitan di ruang kesenian karawitan.

Seperti halnya anak-anak usia remaja pada umumnya, canda tawa dan perilaku iseng juga terlihat pada mereka. Lia Istiani salah satu siswi yang berperan sebagai sinden yang waktu itu tampak asik menyayikan bawa lambang sari kenyol yang diikuti oleh salah satu temannya Zwetsi Valentina. Demikian juga dengan gerong yaitu penyanyi yang terdiri dari putra dan putri yang bertugas hanya untuk mengiringi sinden. Lain halnya dengan Febri Setiawan, tangan bocah ini tampak lincah memainkan gendang dan ketipung, sementara Fridan dan Septian terus saja memainkan boning. Dibawah bimbingan Bapak Sukendar seniman dari Desa Papringan, alunan gending karawitan yang dimainkan anak-anak SMP itu pun terdengar mendayu. Harapanpun kembali tumbuh, setidaknya ada generasi yang masih mau mempertahankan kesenian budaya warisan leluhur ditengah laju modernisasi saat ini.

Esa Unggul Mulyana salah satu siswa yang baru mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seni karawitan pada awal semester dua ini mengatakan dirinya sangat menyukai kegiatan tersebut karena senang dengan dunia seni dan selain itu dengan mengikuti kegiatan ekskul dirinya mendapatkan banyak teman.

“Asik, selain rame ikut kegiatan sekolah temennya jadi tambah banyak,” ucapnya dengan polos.

Sukendar seniman yang ikut membimbing kegiatan seni karawitan tersebut disela-sela kegiatannya mengatakan, karena dunia seni sudah menjadi kehidupannya, mengajarkan seni karawitan pada anak-anak merupakan seatu kebanggaan tersendiri baginya. Karena dengan begitu salah satu kesenian tradisional tersebut akan tetap terjaga kelestariannya.

“Keahlian saya sebenarnya di alat musik kendang dengan calung, kalau untuk alat musik lainnya sebenarnya sih hanya sekedar tahu saja. Tapi kalau ada yang mau belajar seperti anak-anak SMP ini ya saya tidak keberatan dan saya rasa, saya juga mampu mengajarkannya,” katanya menyakinkan.

Sementara Parjoko SPd guru pengajar seni dan budaya kelas VIII mengatakan kegiatan ekstrakulikuler karawitan ini memang sudah menjadi salah satu mata pelajaran mulok (muatan lokal) SMP Negeri I Somagede dan biasanya kegiatan ekstrakulikuler ini dilakukan seminggu sekali. Karena untuk persiapan festifal karawitan yang nantinya akan diselenggaran Pemkab Banyumas, ekstrakulikuler karawitan ini pun kegiatannya dilakukan dua kali semingu

“Selain untuk persiapan lomba festifal seni kerawitan yang akan diselenggarakan oleh pemkab bulan depan, kegiatan ekstrakulikuler seni karawitan ini juga bertujuan untuk lebih mengembangkan seni kerawitan pada tingkat SMP, dan ini juga menjadi matapelajaran wajib untuk anak kelas VII dan kelas VIII,” ucapnya.

Menurutnya, pengembangan seni kerawitan yang dilakukan sebagai kegiatan mulok ini karena wilayah Somagede merupakan wilayah yang untuk seni karawitannya cenderung masih terjaga, dan dengan mulok seni karawitan ini sebagai satu kegiatan ekstrakulikuler diharapkan akan menambah kecintaan generasi penerus pada salah satu kesenian tradisional ini.

“Untuk lebih memajukan seni kerawitan, kami selaku pihak sekolahan memang mengajak kerjasama dengan seorang tokoh seniman yaitu bapak Sukendar, dan dengan cara mengadakan kerjasama dengan seorang seniman untuk membimbing kegiatan anak-anak, meskipun belum juara pertama tapi pada festifal karawitan tingkat SMP tahun 2013 kami berhasil meraih juara ketiga,” tuturnya.

Parjoko juga menjelaskan, selain untuk tujuan memajukan kesenian tradisional ditingkat pelajar serta untuk persiapan mengikuti festifal seni karawitan, yang terpenting dari kegiatan ekstrakulikuler ini adalah untuk memberikan kegiatan positif dari pada waktu sehabis pulang sekolah hanya dihabiskan untuk bermain saja.//ipung