Jumat, 24 Januari 2014 - 18:26:40 WIB
Persiapan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 10368 kali

Persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2565 Kongzi Li, beberapa warga etnis Tionghua melakukan bersih-bersih tempat ibadah dan Kiem Sin di kelenteng Hok Tik Bio Jumat (24/1) di Purwokerto.

Ketua Klenteng Hok Tek Bio Suryana Erawan mengatakan, bersih bersih kelenteng dan kiem sin merupakan salah satu awal rangkaian kegiatan warga etnis Tionghoa dalam menyambut tahun Baru Imlek. Dalam acara ini, selain membersihkan seluruh area kelenteng juga dilakukan pemandian semua dewa-dewa dengan menggunakan air hujan.

Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto yang beralamat di Jalan Pemotongan nomor 3 (belakang Pasar Wage) didirikan pada tahun 1831. Setelah mengalami dua kali renovasi yaitu pada tahun 1879 dan kemudian renovasi kedua pada tahun 1987 klenteng yang tadinya hanya berupa bangunan biasa, dirubah menjadi seperti bentuk sekarang yaitu bergaya khas China .

”Klenteng Hok Tek Bio memang berafiliasi kepada Dewa Bumi. Namun demikian di klenteng ini juga ada dewa-dewa lainnya yang jumlahnya sebanyak 22 dewa diantaranya adalah Dewa Kesetiaan, Dewa Obat, Dewa Keberuntungan dan Dewa Panjang.” Jelas Suryana.

Tidak hanya diperuntukkan sebagai rumah ibadah bagi umat Konghucu, namun lanjutnya, di Klenteng Hok Tek Bio yang kini menempati area seluas 900 meter persegi ini juga diperuntukan untuk sembahyang umat Toisme dan Budha. “Di dalam klenteng ini terdapat  tiga aliran yaitu Kong hu cu, Toisme dan Budha.” Ungkapnya.

Di ruang utama terdapat altar di masing-masing bagian, dan satu altar besar tengah untuk tuan rumah alias sebagai rumah yang mbaurekso yaitu Dewa Bumi, altar sebelah kiri (Barat ) untuk unsur Budha sedangkan sebalah kanan untuk unsur Toisme. Sementara di bagian tengah terdapat beberapa dewa sesembahan.

"Di klenteng ini umat yang mau sembahnyang baik itu umat Budha, Toisme maupun Kong Hu Cu, sebelum menjalankan sembahnyang dimasing-masing altar harus sembahnyang memohon ijin dulu di altar tengah (Kong Hu Cu), ini sebagai ungkapan penghormatan kepada tuan rumah yaitu Dewa Bumi." Ungkapnya.

Pada persiapan perayaan tahun baru imlek ini untuk menjaga banyaknya umat yang hadir pada puncak acara, Klenteng Hok Tek Bio mendatangkan lebih dari seribu lilin untuk semua ukuran yang didatangkan langsung dari Semarang.

"Pada perayaan imlek tahun kemarin lilin yang terpasang itu sebanyak delapan ratus buah, dan diperkirakan pada tahun ini lilin yang akan terpasang jauh lebih banyak dari tahun kemarin." Katanya.

Menurut dia, perayaan Cap Go Meh atau Sembahyang Purnama Raya di hari ke-15 bulan Cia Gwee merupakan penutup rangkaian kegiatan perayaaan Tahun Baru Imlek 2565.

"Perayaan ini sebagai ucapan syukur etnis Tionghoa dan warga Tri Dharma kepada Tuhan karena, telah memasuki Tahun Baru Imlek 2565," katanya.

Selain itu, kata dia, melalui perayaan ini warga juga memohon keselamatan dan kelancaran rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan selama ini.

Seperti halnya pada perayaan Cap Go Meh tahun-tahun sebelumnya, penutupan acara perayaan Cap Go Meh tahun ini juga akan diramaikan dengan parade budaya disekitar Purwokerto, antara lain berupa arak-arakan barongsai, wushu, musik kentongan dan jenis kesenian-kesenian lainnya yaitu pada tanggal 14 Februari mendatang.//ipung.