Rabu, 01 Januari 2014 - 12:59:13 WIB
Bupati Fokus Perbaiki Manajemen Konstruksi
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 34224 kali

Masalah manajemen konstruksi sangat mendesak untuk diperbaiki menyusul masih banyaknya permasalahan yang dihadapi Pemkab Purbalingga selama pelaksanaan pembangunan bidang fisik yang dibiayai APBD 2013. Demikian menurut Bupati Purbalingga Sukento, saat ditanya sejumlah wartawan usai pawai budaya di Alun Alun Purbalingga, Minggu (29/12) lalu.

Manajemen konstruksi akan dibenahi sehingga APBD dapat lebih efektif digunakan untuk kepentingan rakyat. Hingga menjelang akhir tahun anggaran, ternyata masih banyak dijumpai proyek-proyek fisik yang pelaksanaanya belum sesuai ketentuan. Baik menyangkut target penyelesaian maupun kualitasnya. Bahkan masih harus ada yang putus kontrak. Saat Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan triwulan IV beberapa waktu lalu, Sukento bahkan mengaku hampir tiap hari mendapat sms masukan tentang proyek yang tidak sesuai kualitasnya.

Selain membenahi manajemen konstruksi, Tahun 2014 juga akan menjadi tonggak bagi bergeliatnya produk-produk UMKM di Purbalingga. Pasalnya Bupati Sukento juga mencanangkan sebagai Tahun Produk Lokal Asli Purbalingga. Komitmen ini, tentu harus disambut dengan peningkatan greget dan inovasi para pelaku usaha lokal. Produk lokal akan digalakan, agar masyarakat lebih mencintai produk sendiri. Pencanangan tahun produk asli Purbalingga langsung mendapat respon dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga dengan menggelar temu bisnis Prospek Produk UMKM Pasar Ritel, Senin (30/12).

Kegiatan ini diadakan, menurut Kasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM Dinperindagkop, Adi Purwanto, untuk menfasilitasi produk-produk UMKM Purbalingga masuk pasar ritel. Menurutnya, banyak potensi produk asli Purbalingga yang dapat masuk pasar ritel khususnya melalui PT. Sumber Alfaria Trijaya cabang Cilacap yang mengelola toko ritel Alfamart. Persyaratan dan system yang dipakai tidak terlalu sulit untuk dipenuhi oleh pelaku UMKM Purbalingga. Adi menyebut, salah satu produk rajutan benang yang diproduksi oleh Prapti Yari bahkan langsung dapat diterima masuk Alfamart saat acara berlangsung. Beberapa hari kedepan, Dinperindagkop bersama para pelaku UMKM akan membawa contoh produk UMKM ke Cilacap.

Selain dua komitmen itu, Bupati Sukento juga terus mendorong pembangunan bidang pendidikan, kemudian kesehatan khususnya menghadapi program baru dari pemerintah yakni berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JSN) oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari  nanti. Penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan investasi di Purbalingga terus menjadi perhatian dan komitmen Sukento di tahun 2014. Untuk mengatasi kemiskinan, Sukento akan memfokuskan pada optimalisasi UMKM dan realisasi Bandara Wirasaba. Diharapkan masyarakat Purbalinggapun mendukungnya dengan membeli produk-produk garapan para perajin Purbalingga, seperti sapu glagah,
sepatu, berbagai macam kerajinan, knalpot dan sebagainya. /agus