Senin, 19 Agustus 2013 - 10:40:02 WIB
BENTENG PENDAM CILACAP
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Sejarah - Dibaca: 7370 kali

Benteng Pendam, dua kata itu mungkin tidak asing lagi buat kita dan seketika langsung terbayang tentang suatu tempat petahanan dari serangan musuh yang letak keberadaannya terpendam di tanah. Di Kabupaten Cilacap terdapat Benteng Pendam bekas peninggalan perang yang dibangun oleh penjajah Belanda dan kini tempat itu menjadi obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi karena keunikannya.

Terletak disebelah tenggara kota Cilacap tepatnya berada dipesisir Teluk Penyu, benteng dengan nama Belanda Kusbatterij op de Land Tong Te Tjilatjap ini berada di area seluas 6,5 hektar yang dibangun secara bertahap selama 18 tahun, yaitu dari tahun 1861-1879. Menurut catatan sejarah, sejak selesai dibangun pada tahun 1861 sampai dengan 1942 benteng Pendam ini menjadi markas tentara Belanda untuk pertahanan pantai pulau Jawa bagian selatan, karena letaknya yang strategis dan terlindungi oleh pulau Nusakambangan. 

Setelah tentara Dai Nipon berhasil memukul mundur tentara Belanda pada tahun 1942, Benteng Pendam ini pun diambil alih sebagai markas tentara Jepang hingga tahun 1945. Menyerahnya tentara Dai Nipon kepada Sekutu pada tahun 1945, (agresi militer balanda ke II ) benteng tersebut diambil alih kembali oleh Belanda hingga tahun 1950. Pada tahun 1950 sampai dengan 1951 benteng tersebut kosong dan tahun 1952 benteng ini dijadikan Markas TNI / Pasukan Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah dan didalam perkembangannya dimanfaatkan sebagai tempat latihan pasukan RPKAD (sekarang Kopasus) sampai dengan tahun 1965.

 

Memasuki area benteng hal pertama yang terlihat adalah sebuah lingkaran parit dengan lebar 5 m dan kedalaman 1-2 m. Fungsi parit ini untuk melindungi benteng serta menghambat laju musuh, selain itu parit tersebut juga berfungsi sebagai tempat pembuangan air dari terowongan yang ada di area benteng. Terowongan ini dibangun pada tahun 1868. Dengan panjang 113,94 m, lebar 3,10 m dan tinggi 2,45 m, fasilitas didalam trowongan ini terdiri dari ruang perwira, ruang pengintai dan ruang penyimpanan senjata sebagai pertahanan terakhir.

 

Setelah melewati parit, masuk kedalam lagi terdapat sebuah bangunan yang difungsikan sebagai barak. Dibangun pada tahun 1877 bangunan barak tentara ini terdiri dari 14 kamar, dengan luas 9,04 x 5,02 m masing-masing kamar berkapasitas 1 - 2 regu prajurit. Seperti halnya benteng-benteng pada umumnya, di area Benteng Pendam ini juga terdapat benteng pertahanan jarak dekat yang berada di empat lokasi yaitu berada dibagian Barat sisi Utara dengan benteng terbuka, dan dibagian tepi Utara dengan benteng terlindung dengan 24 ruang serta benteng perlindungan dengan 37 lubang tembak. Sementara dibagian Barat sisi Selatan dengan bentuk benteng terbuka dan dibagian tepi Selatan sebagai benteng terlindung dengan 22 ruang serta perlindungan dengan 41 lubang tembak.

 

Didalam area Benteng Pendam ini juga terdapat bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai sarana pertahanan lainnya yaitu ruang penyimpanan senjata dan amunisi siap pakai dan dua bangunan terpisah yang difungsikan sebagai gudang amunisi serta tiga buah bangunan terpisah sebagai penjara. Di ruang penyimpanan senjata dan amunisi siap pakai terdapat tiga ruang berukuran 2,5 x 2.45 m, yang didalamnya terdapat lubang 1 x 1 m serta sebuah tangga besi yang menempel di dinding yang dipergunakan untuk mengirim amunisi ke atas. Sementara untuk dua lokasi ruang amunisi, masing-masing berukuran 2,30 x 2,55 m dengan tinggi 2,45 m. didalam gudang amunisi ini dibagian bawahnya terdapat bak air yang berfungsi sebagai pendingin, agar bubuk mesiu yang tersimpan tidak mudah meledak. Untuk ruang penjara sendiri, masing-masing bangunan penjara terdapat tiga ruang penjara dengan luas ditiap-tiap ruang 4,05 x 3,45 m dengan tinggi 2,25 m dengan tebal tembok 2,50 m serta dua buah jendela besi berukuran 1x1 m.

 

Bangunan pertahanan lainnya yang terdapat di Benteng Pendam ini adalah bangunan landasan meriam. Berada di atas timbunan tanah, bangunan landasan meriam ini terdapat di dua lokasi yaitu di atas benteng sisi Selatan sebanyak lima landasan dan di atas benteng bagian Timur sebanyak enam landasan. Bangunan landasan meriam ini masing-masing  berdiameter 6,10 m yang dibangun pada tahun 1942 oleh Jepang. Selain terdapat banguna-bangunan pertahanan, didalam area Benteng Pendam juga terdapat beberapa bangunan non pertahanan yaitu ruang Akomodasi, ruang Dapur serta ruang Klinik Pengobatan.

 

Dari beberapa cerita masyarakat setempat, terowongan yang terdapat dibenteng pendam cilacap ini diyakini sebagai akses jalur bawah laut menuju benteng di Pulau Nusakambangan, dan hal tersebut juga belum terbukti hingga saat ini. Meskipun belum sepenuhnya bangunan benteng pendam ini digali, mengitari Benteng Pendam Cilacap tentunya akan memberikan wawasan tersendiri bagi para pengunjung tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. //ipung