Jumat, 15 Juni 2012 - 19:48:01 WIB
TARI BEDHAYA KETAWANG DALAM UPACARA JUMENENGAN
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 19612 kali

Upacara ritual Tingalan Dalem Jumenengan yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (15/06/2012) lalu. Merupakan sebuah upacara ritual adat istiadat keraton untuk memperingati hari ulang tahun penobatan kenaikan tahta Susuhunan Paku Buwono XIII yang diadakan setahun sekali.

Sesuai arti dari Tingalan Dalem Jumenengan itu sendiri, yang dalam bahasa Jawa kata tingalan berarti peringatan, dalem yang merupakan panggilan seorang raja, dan jumenengan yaitu dari kata jumeneng yang mempunyai arti bertahta.Upacara ini diselenggarakan di Pendopo  Agung Sasana Sewaka yang dihadiri oleh semua abdi dalem dan sentana dalem serta beberapa tamu undangan.

Upacara Tingalan Dalem Jumenengan merupakan upacara adat yang sangat disakralkan yang diyakini memiliki makna penting oleh kerajaan yang masih mempunyai garis darah dengan dinasti Mataram. Dalam prosesi upacara ini juga diselenggarakan persembahan tarian bedhaya ketawang yang ditampilkan seusai prosesi Tingalan Dalem Jumenengan selesai.

Sebuah tarian Jawa klasik yang hanya diperbolehkan ditampilkan hanya dalam acara Jumenengan saja. Tari bedhaya ketawang ini diperagakan oleh sembilan penari putri yang belum menikah atau yang masih perawan. Tarian bedhaya ketawang ini diyakini menggambarkan tentang cinta kasih Penguasa Laut Kidul kepada Panembahan Senopati. Tapi ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa tarian bedhaya ketawang adalah tarian yang mengisahkan siklus kehidupan manusia dari lahir, hidup, mati hingga alam keabadian.

Seperti yang dikatakan KRAT Soehonodo Wibhakso Adi Nagoro abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Tarian bedhaya ketawang adalah sebuah tarian mistik hubungan batin antara raja-raja dinasti Mataram dan penerusnya dengan Penguasa Laut Selatan atau yang lebih dikenal dengan Ibu Ratu Kidul.

Dikatakan tari Bedhaya Ketawang karena disesuaikan dengan gending yang mengiringi tarian ini. Salah satunya adalah gending bedhaya ageng karya dari Panembahan Senopati. Selesainya pementasan tari bedhaya ketawang menandakan selesainya upacara prosesi Tingalan Dalem Jumenengan, yang merupakan upacara adat keraton dari dinasti Mataram hingga Kasunanan Surakarta Hadiningrat saat ini. //ipung