Selasa, 05 Juni 2012 - 21:56:12 WIB
DUKUTAN CANDI MENGGUNG
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 3806 kali

Sebuah upacara bersih desa yang menggambarkan tentang kisah perseturuan antara Patih Naratama dari Kerajaan Kediri pada masa Erlangga dengan seorang wanita bernama Nyi Roso Putih yang berakhir dengan rasa cinta antara keduanya hingga menjadi pasangan suami isteri.

Sebagai masyarakat Jawa pada umumnya yang masih menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya peninggalan leluhur, menjalankan sebuah upacara tradisi sudah menjadi bagian dari kehidupan. Begitu juga dengan masyarakat Dusun Nglurah, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar yang masih menjaga dan melestarikan tradisi peninggalan nenek moyang yang berjalan dan bertahan seiring perkembangan jaman. Upacara tradisi tersebut adalah bersih desa "Dukutan". Di sebut dukutan karena diadakannya upacara ritual bersih desa pada wuku dukut, yaitu sebuah wuku dari tanggalan Jawa yang jatuh pada hari Anggoro Kasih (selasa kliwon), dan diadakan tiap tujuh bulan sekali yang bertempat di sebuah candi yang bernama Candi Menggung yang merupakan Pepunden Dusun Nglurah.

Dalam bersih desa dukutan ini masyarakat melakukan upacara pengiriman doa dan persembahan sesaji dari hasil bumi yang berupa makanan. Persembahan sesaji tersebut merupakan sebuah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan para Leluhur atas segala kenikmatan, keselamatan dan ketentraman yang diberikan. Sehari sebelum upacara ritual diadakan, segenap warga Dusun Nglurah menyiapkan sesaji berupa makanan yang semuanya terbuat dari jagung yang dibentuk mejadi bermacam-macam jenis yaitu tumpeng, tawonan, punar, gandik besar dan gandik kecil ditambah umbi-umbian dan buah-buahan yang semuanya tidak boleh dicicipin sebelum upacara ritual selesai. Semua sesaji itupun dikumpulkan di gedung serbaguna yang berada di bawah candi dan dijaga semalam suntuk oleh semua warga.

Keesokan harinya sebelum upacara ritual diadakan, sebagian sesaji yang ada dibagi-bagikan kepada seluruh warga desa dan sebagian lagi dipergunakan untuk upacara ritual. Setelah semuanya siap Dusun Nglurah yang terdiri dari dua wilayah yaitu Nglurah Lor dan Nglurah Kidul masing-masing wilayah akan menyiapkan beberapa pemuda untuk mengarak sesaji ke pepunden candi Menggung. Dalam upacara yang dipimpin seorang sesepuh inipun diawali dengan pembacaan doa dan jamasan yang berupa pemasangan kain kepada kedua arca yaitu arca  Menggung dan Nyi Roso Putih yang dilanjutkan dengan menaburkan sesaji yang berupa makanan yang sudah dicampur aduk keliling candi oleh para pemuda-pemuda tersebut, dan dilanjutkan dengan tradisi tawuran yang dilakukan di Dusun Nglurah Lor bersebelahan dengan Sungai Kajar.

Yang menarik dari prosesi upacara bersih desa dukutan ini adalah upacara ritual tawuran yang menggambarkan kisah Leluhur Dusun Nglurah yaitu kisah perseteruan antara Naratama dan Nyi Roso Putih. Dalam prosesi ini para pemuda dari Nglurah Lor dan Nglurah Kidul akan saling serang satu sama lain mengunakan sesaji sebagai senjatanya. Bahkan tidak jarang para peserta tawuran juga sering menggunakan benda-benda keras untuk melempari lawannya, tapi hal ini tidak berlangsung lama dan perseteruan itupun berakhir dengan canda tawa dan kegembiraan, tak ada dendam maupun sakit hati dari masing-masing kubu yang berseteru yang ada hanya ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, Alam dan para Leluhur yang melindungi dan mengayomi segenap mayarakat.//ipung