Sabtu, 23 Juni 2018 - 02:05:46 WIB
Paket Teror Mengancam Kondusifitas di Kota Banjar Jelang Pilkada 2018
Diposting oleh : Heru
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 64 kali

Banjar - Jelang perhelatan pesta demokrasi di Indonesia khususnya di wilayah kota Banjar dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar, suasana politik kembali memanas dengan adanya sebuah kiriman paket yang ditujukan salah satu Calon Walikota.

Paket dikirimkan melalui jasa pengiriman barang JNE Depok dengan keterangan Baju Lebaran atas nama pengirim Ramah yang beralamatkan Depok pada tanggal 8 Juni 2018 sekitar pukul 14.21. Paket yang ditujukan kepada H. Maman Suryaman yang beralamatkan Lingkungan Cipadung Rt 01 Rw 05 kelurahan Purwaharja, kecamatan Purwaharja, kota Banjar dan merupakan Calon Walikota Banjar nomor urut 2.

Priyanto (26) yang merupakan saudara dari H. Maman Suryaman mengatakan, paket tersebut tiba di rumah pada tanggal 12 Juni 2018 sore yang dikirimkan oleh kurir JNE. Paket tersebut dicurigai karena pengirim tidak dikenali dan dicurigai ada benda yang berbau amis.

“Saat paket tiba di rumah, kami tidak hendak membukanya. Karena saat itu Pak Maman sedang tidak ada di rumah. Tetapi kecurigaan tersirat oleh kami,” tutur Priyanto.

Setelah didiamkan selama satu hari satu malam, akhirnya paket itu pun kemudian dibuka. Saat dibuka ternyata ada sebuah foto H. Maman dengan Ir. Soedrajat yang telah dilumuri darah dan sebilah pisau karat juga lumuran darah dan telur busuk dibungkus toples serta ada sebuah tuliasan ancaman di balik foto.

Hal senada diucapkan oleh kuasa hukum keluarga H. Maman Suryaman, Debbi Puspito, S.H. yang mengatakan, Isi dari paket tersebut ada satu buah pisau dan juga ada foto pak H. Maman disilang merah dan dibelakangnya ada tulisan. Tulisannya bersifat intimidasi sekali, mengancam sekali pada fotonya meminta kepada H. Maman supaya jangan sok jago.

"Setelah rapat keluarga besar, diputuskan kami menyerahkan kepada Kepolisian Resor Banjar untuk menindaklanjuti secara hukum. Sehingga kami tadi sudah melaporkan dan memiliki bukti kami sudah melaporkan," ujar Debbi.

Debbi berharap, pihak Kepolisian bisa segera menindaklanjuti pelaporan kami dan juga bisa membuka seterang terangnya, walau bagaimanapun adanya ancaman ini bisa mengganggu kondusifitas di kota Banjar.//Yuli.