Kamis, 17 Mei 2018 - 15:12:58 WIB
Daltugi, Rumusan Aboge Untuk Awal Ramadan 2018
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 183 kali

Penganut Islam Alip Rebo Wage (Aboge) di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga hari ini, Kamis (17 Mei 2018) memulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1439 H. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, awal puasa Ramadhan penganut Islam Aboge tahun ini bersamaan dengan jadwal puasa yang ditentukan oleh pemerintah.

Ditemui di kediamannya, Imam masjid Sayyid Kuning yang juga sebagai tokoh Islam Aboge Desa Onje Kyai Maksudi mengatakan, tahun ini merupakan tahun Dal, dan dalam kalender Aboge tahun baru Islam di tahun Dal ini jatuh pada hari Sabtu Legi.

Menurutnya, rumusan tersebut disingkat dalam istilah "Daltugi" yang berarti, tahun baru Islam pada tahun Dal yang jatuh di hari Sabtu Legi. Jatuhnya tahun baru Islam ini, menjadi patokan untuk menentukan hari-hari penting lainnya, termasuk penentuan awal Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Dijelaskan, untuk menentukan awal Ramadhan, berlaku rumusan yang disingkat dalam istilah Donemro (Ramadan-enem-loro). Yakni awal puasa pada hari keenam dan pada pasaran kedua. Perhitunganannya awal puasa dari hari ke enam itu dihitung dari hari pertama tahun baru islam yang jatuh pada hari Sabtu, dan begitu juga dengan pasaran kedua yang dihitung dari hari kedua setelah Legi.

"Jadi hitungannya enam hari dari hari Sabtu itu Kamis, dan hitungan kedua dari Legi itu Pahing. Makanya hari Kamis Pahing ini menjadi awal puasa bagi penganut Islam Aboge," jelas Maksudi.

Menurutnya, dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu itu terdiri dari tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba, Wawu, dan Jim Akhir, dan dalam satu tahun terdiri 12 bulan yaitu enam bulan terdiri atas 29 hari dan enam bulan terdiri atas 30 hari, dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Dalam hal ini, hari dan pasaran pertama pada tahun Alif jatuh pada Rabu Wage (Aboge), tahun Ha pada Ahad/Minggu Pon (Hakadpon), tahun Jim Awal pada Jumat Pon (Jimatpon), tahun Za pada Selasa Pahing (Zasahing), tahun Dal pada Sabtu Legi (Daltugi), tahun Ba/Be pada Kamis Legi (Bemisgi), tahun Wawu pada Senin Kliwon (Waninwon), dan tahun Jim Akhir pada Jumat Wage (Jimatge).

"Makanya atas dasar perhitungan tersebut, Aboge sudah bisa menentukan awal Ramadan dan hari raya Idul Fitri untuk tahun-tahun berikutnya, bahkan untuk sepuluh tahun kedepan," ucapnya.

Dari rumusan kalender tersebut penganut Islam Aboge juga sudah bisa menetapkan kapan jatuhnya hari raya Idul Fitri (1 Syawal), dengan menggunakan rumusan Waljiro (Syawal-Siji-Loro) yang berarti 1 Syawal pada hari pertama dengan hari pasaran kedua yang diturunkan dari hitungan Daltugi yaitu pada hari Sabtu Pahing.//ipung