Kamis, 10 Mei 2018 - 21:01:21 WIB
Pembukaan Festival Grebeg Onje
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 100 kali

Purbalingga - Puluhan masyarakat mulai dari anak-anak hingga arang tua memadati Balai Desa Onje, Kecamaan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri pembukaan Festival Grebeg Onje. Festival dibuka langsug oleh Bupati Purbalingga H Tasdi SH, MM, Rabu (8 Mei 2018) lalu.

Dalam sambutannya bupati menyampaikan tiga pesan yang harus dimaknai dari pagelaran Grebeg Onje, yaitu makna spiritual, makna sosial dan makna budaya.

Menurut Tasdi, yang dimaksud makna  spiritual adalah bagaimana masyarakat memaknai grebeg ini sebagai sarana untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Sedangkan makna sosial adalah bentuk dari membangun dan memupuk rasa paseduluran (persaudaraan), dan makna budaya adalah bagaimana membentuk prilaku yang berkarakter dan berintegritas.

Sementara Kepala Desa Onje Budi Tri Wibowo sebelum acara pembukaan mengatakan, ada beberapa ritual menarik di setiap pagelaran Grebeg Onje, salah satunya penggelan, yang akan digelar pada akhir acara yaitu pada kamis malam.

"Besok bakal digelar pengambilan 7 sumber mata air (belik), Grebeg Gunungan, Jodangan, dan pada puncaknya ada Penggelan atau Sadranan di malam hari," ungkapnya.

Budi menambahkan, penggelan merupakan ritual mengarak penggel (nasi penggel-red) dari Puspa Jaga Desa Onje menuju Masjid Raden Sayyid Kuning, diringi tarian, begalan dan shalawatan dengan penerangan obor.

Setelah selesai acara pembukaan Festival Grebeg Onje, dilanjutkan dengan penebaran benih di Belik Domas oleh Bupati Tasdi yang kemudian dilanjutkan dengan acara Ziarah ke Makam Adipati Onje.//ipung