Minggu, 29 April 2018 - 23:24:02 WIB
Cegah Peredaran Miras Oplosan, HMI Banjar Gelar Diskusi Publik
Diposting oleh : Heru
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 95 kali

Banjar - Sebagai wujud keprihatinan guna mencegah beredarnya minuman keras (Miras) terhadap generasi muda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar menggelar diskusi publik.

Diskusi publik dengan mengusung tema “Miras mencengkram, generasi muda menjadi korban, apa solusi yang anda tawarkan” diselenggarakan di aula Baznas kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (27 April 2018) lalu.

Diskusi publik tersebut mendatangkan narasumber dari Polda Jabar yang diwakili oleh Kabag Binops, AKBP Drs. Mgs. Mulyadi, SH, MH, Kasat Narkoba Polres Banjar, AKP Usep Supiyan, SH, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Wilayah Kabupaten Ciamis, Deni Setiwan S.Sos, MM dan Ketua II MUI Kota Banjar, Eso Sutrisno, SH, MH.

Dalam diskusi tersebut Kasat Narkoba Polres Banjar, AKP Usep Supiyan menjelaskan upaya apa aja saja yang telah dilakukan jajaran Polres Banjar dalam pemberantasan miras khusunya dikalangan generasi muda.

"Salah satu upaya tersebut adalah dengan cara sosialisasi ditingkat sekolah, dari SMP, SMA dan Perguruan tinggi yang ada di kota Banjar. Tidak hanya itu, polres banjar juga memasang spanduk bertuliskan "stop narkoba atau mati sia sia" di tempat tempat strategis di kota Banjar," ungkap Usep Supiyan.

Dijelaskan usep, kegiatan razia juga rutin dilakukan oleh para Kapolsek yang ada dikota Banjar, terutama pada saat hari libur.

Menurutnya, saat ini upaya upaya tersebut telah membuahkan hasil, tercatat dari bulan Januari sampai dengan April ini sebanyak 15 orang tersangka sudah kami tangkap, serta sebanyak 179 liter tuak dan 57 liter ciu berhasil kami amankan.

Sementara Ketua HMI cabang Kota Banjar, Joko Nurhidayat mengatakan generasi muda mempunyai tanggung jawab moral baik terhadap dirinya maupun terhadap keluarga dan Negeri ini dimasa mendatang.

Joko berharap para generasi muda untuk bisa mengawal dan bersinergi terhadap instansi terkait, baik kepolisian, MUI ataupun BNN guna mencegah rusaknya para generasi muda. // Yuli.