Rabu, 11 April 2018 - 12:22:28 WIB
Jemblung Kesenian Masyarakat Bawah
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 44 kali

Jemblung merupakan salah satu kesenian rakyat yang lebih banyak berkembang di wilayah Banyumas, Sumpyuh, Tambak dan Kebumen. Dengan karakter sederhana, mudah dan murah menjadikan kesenian ini digandrungi oleh masyarakat bawah di zamannya. 

Kesenian Dalang Jemblung sendiri lahir di wilayah Muntang, Sokaraja pada abad ke 15. Seiring perkembangannya kesenian dalang jemblung umumnya ditanggap atau dipesan oleh seseorang yang memerlukan hiburan saat akan melakukan hajatan.

Asal mula kesenian dalang jemblung sendiri masih kontroversi, setidaknya ada beberapa fersi dan kisah yang menceritakan sejarah dan asal-usul nama jemblung. Mulai dari kisah Jemblung Umarmadi, cerita Raden Kaligenteng dan fersi yang ketiga adalah jemblung, jenjeme wong gemblung asal kata dari gemblung.

Meski dijalankan secara fleksibel dan dablongan, namun kesenian dalang jemblung tetap mempunyai satu struktur cerita yang utuh.Pembawaan cerita selalu didasarkan pada pakem yang berlaku, menurut K P. Panji, Hargo Kusuma Yatmantodiningrat, Ketua Umum Paguyuban Kerabat Mataram (PAKEM) Pusat di Purwokerto yang juga sebagai Pembina kesenian dalang jemblung Banyumas.

Dimainkan secara fleksibe, karena kesenian ini tidak harus dimainkan oleh lima orang. Jadi kalau ada orang yang ingin menanggap tapi kekurangan biaya, pementasan dalang jemblung bisa dipersempit, dan semakin sedikit pemain tentunya akan semakin murah.

Kesenian dalang jemblung saat ini memang sudah mulai ditinggalkan oleh penikmatnya (masyarakat). Meski lahir sebagai kesenian masyarakat bawah, sejatinya kesenian jemblung juga memberikan pendidikan dan ajaran moral untuk kehidupan sehari-hari.

Penanaman kesenian bagi generasi muda tentunya sangat penting dilakukan karena Dalang Jemblung mempunyai makna kesederhanaan dan nilai-nilai yang positif yang harus dilestasrikan, kendati harus dikemas sesuai perkembangan zaman (modern) saat ini.//ipung