Selasa, 10 April 2018 - 11:49:03 WIB
Sosialisasikan Tahapan Pilkada KPU Kota Banjar Gandeng PCNU
Diposting oleh : Heru
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 65 kali

Banjar - Sebagai bentuk penyebaran informasi yang lebih luas kepada masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjar menggelar sosialisasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan di Kantor Cabang Nahdlatu Ulama, Lingkungan Warungawi, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Senin, (9 April 2018).

Dalam kegiatan sosialisasi yang di hadiri Sofyan mewakili KPU kota Banjar serta perwakilan Panwaslu, juga dihadiri Ketua PCNU kota Banjar, KH. Lili Hasanuddin, Drs, M.MPd, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU kota Banjar Hasyim, S. Ag, Ketua GP Ansor, Supriyanto, Pengurus Cabang , Muslimat NU, Banser, Majelis Wakil Cabang Pataruman, Fatayat, Ikatan Pelajar NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Saat sosialisasi, Sofyan menjelaskan tentang syarat syarat pemilih yang paling utama adalah soal kewarganegaraan harus berwarga Negara Indonesia. Tapi bukan hanya Warga Negara Indonesia saja tapi juga berdomisili ditempat dimana pemilihan itu diselenggarakan,

“Dari segi usia 17 tahun atau sudah menikah, pernah menikah kemudian juga syarat lainya tidak sedang dicabut hak milihnya berdasarkan kekuatan hukum yang bersifat tetap,” jelasnya.

Menurutnya, tentang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Lapas mengenai hak suaranya, semua warga negara punya hak. Pada dasarnya kalau PKPU yang dicabut hak pilihnya itu yang di pidana diatas 5 tahun dan ada catatan lain. “Tetapi seumpama yang di Lapas itu berkaitan dengan berbagai kasus dan hak pilihnya belum dicabut maka yang bersangkutan masih mempunyai hak sebagai warga,” imbuh Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan mengatakan suksesi pilkada serentak itu bukan hanya ditentukan oleh KPU, dan Panwas semata, tetapi ditentukan oleh semua kalangan termasuk oleh partisipasi dari masyarakat.

Sementara Ketua GP Ansor, Supriyanto berharap tingkat kesadaran masyarakat untuk memilih meningkat, terutama dikalangan nahdlyin. Bahwa memilih itu adalah sebuah keharusan dan kewajiban Nasbul Imamah untuk memilih seorang pemimpin.

Supriyanto menghimbau agar kita menjaga dan menghindari betul politik kita ini, sehingga bukan politik transaksional yang nantinya tercipta.

Ketua GP Ansor Banjar berharap kepada NU Kota Banjar untuk mengajak kepada semua masyarakat jangan terjebak dengan politik transaksional, sebab bagaimanapun diajaran agama juga haram.//yuli.