Kamis, 29 Maret 2018 - 16:31:28 WIB
Ki Gedhe Banyak Sosro di Grumbul Pasir Luhur
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 333 kali

Cerita bermula dari sebuah petunjuk yang diterima Madnurya saat menjalankan laku tirakat di petilasan Batur Agung, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, yang mengamanatkan untuk membuka ladang ilalang di sebelah barat sungai Logawa dan di selatan kedung Branangsiang. Konon, setelah lahan tersebut dibuka ternyata terdapat sebuah makam kuno yang diyakini sebagai makam Raden Banyak Sosro.

Demikian kisah yang melatarbelakangi ditemukannya Makam Raden Bayak Sosro atau Ki Gedhe Banyak Sosro di Grumbul Pasir Luhur, Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Diceritakan Mbah Sukinah (68) sang juru kunci makam kepada PAMOR, Rabu (28 Maret 2018) lalu.

Raden Banyak Sosro adalah putra Raden Baribin dari kerajaan Majapahit yang menikah dengan Dewi Ratna Pamekas putri Prabu Linggawastu dari keraton Pakuan Parahiyangan. Raden Banyak Sosro setelah dewasa kemudian menikah dengan putri Pangeran Senopati Mangkubumi II (Adipati Banyak Galeh) dari Kadipaten Pasir Luhur dan dikaruniai seorang putra bernama Jaka Kahiman yaitu Adipati Banyumas pertama.

Makam Ki Gedhe Banyak Sosro berlokasi di pinggir area persawahan, tidak jauh dari aliran sungai Logawa. Untuk menuju makam, pengunjung harus menuruni bukit menuju lembah. Keberadaan makam ditandai dengan bangunan cungkup dibawah rerimbunan pohon bambu. sebelum dipugar pada Tahun 1991, Makam Raden Banyak Sosro berupa tatanan batu.

Dari ceritera turun-temurun, lokasi makam Raden Banyak Sosro berada di daerah yang konon merupakan Kaputren atau Tamansari Kadipaten Pasir Luhur. Di tempat inilah pertama kali Putri Bungsu Cipta Rasa melihat dan bertemu dengan Raden Banyak Catra (kamandaka) saat sedang mencari ikan di Kedung Baranangsiang di Sungai Logawa.

"Kalau menurut cerita para sesepuh yang sudah turun-tenurun, ditempat ini dulunya adalah kaputren, bahkan waktu pertama kali ditemukan, diarea sekitar sini juga banyak ditumbuhi berbagai macam tanaman bunga," ucap Mbah Sukinah sembari menunjuk lokasi yang konon banyak ditumbuhi bunga melati.

Selain banyak menyimpan misteri, keberadaan makam Raden Banyak Sosro juga kurang diketahui oleh masyarakat umum, hal tersebut dikarenakan rata-rata masyarakat sekitar menyebutnya dengan Astana Budha. Namun demikian, jika dilihat dari banyaknya bekas bakaran dupa, menunjukan bahwa makam tersebut masih dikunjungi oleh peziarah.

"Rata-rata masyarakat sini menyebutnya dengan Astana Budha, dan ketika ditanya itu makam siapa, jawaban mereka ya makam itu hubungannya dengan Kadipaten Pasir Luhur," tuturnya.

Makam Ki Gedhe Banyak Sosro ditemukan pada Tahun 1955 oleh Madnurya, yang kemudian dipercaya sebagai juru kunci. Setelah Madnurya meninggal pada Tahun 1987 diusianya yang ke 113 Tahun, tanggung jawab juru kunci pun diteruskan oleh putri bungsunya yaitu Mbah Sukinah. makam ini biasa dikunjungi peziara pada bualan Maulid dan Muharram.//ipung