Jumat, 16 Maret 2018 - 12:54:05 WIB
Maju Cawapres 2019, Cak Imin Dialog dengan Nelayan Cilacap
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 240 kali

Cilacap - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin)  berdialog dengan nelayan Cilacap, di TPI Pandanarang, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Kamis (15 Maret 2018).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Cak Imin di Cilacap setelah mendampingi Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj meresmikan Kantor Pusat Koperasi NU Cilacap.

Dalam dialog itu, Cak Imin yang siap berlaga di Pilpres 2019 mendatang sebagai Cawapres mendengarkan dan menerima aspirasi para nelayan. Berbagai aspirasi diungkapkan nelayan mulai dari peraturan dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang penangkapan hasil laut terutama ukuran udang  lobster yang diperbolehkan untuk ditangkap, bantuan pemerintah dalam meningkatkan kemakmuran dan pendapatan nelayan, serta aturan penempatan tenaga kerja asing (China) yang bekerja di PLTU Cilacap.

Menurut nelayan, PLTU Cilacap banyak mempekerjakan tenaga kerja dari China, padahal pekerjaan tersebut bisa dikerjakan oleh masyarakat Cilacap. Hal ini tentunya menambah daftar panjang pengangguran dan menggusur tenaga kerja lokal.

Usai berdialog dengan para nelayan, Cak Imin menuturkan, para nelayan mempunyai problem-problem yang komplek. Ada yang bisa ditangani dengan cepat melalui subsidi dan bantuan. Ada juga yang harus ditangani secara sistemik dengan mengatur industri dan strategi kesejahteraan para nelayan.

“Dalam jangka pendek bisa meningkatkan anggaran bantuan untuk kelompok-kelompok nelayan. Yang kedua merubah dan menyempurnakan keputusan-keputusan Kementerian dan keputusan Presiden supaya bisa memberi percepatan kemakmuran dan pendapatan nelayan,” ujarnya.

Cak Imin menilai problem dari dua hal itu yang paling utama ialah pengangguran. Generasi anak-anak nelayan setelah lulus sekolah harus ditindaklanjuti dengan lapangan pekerjaan yang memadai. Untuk meningkatkan kemakmuran keluarga, para nelayan harus ditingkatkan pendapatannya dengan teknologi dan subsidi-subsidi karena keterbatasan mereka.

“Insya Allah dengan modal itu, saya mulai sekarang. Sebetulnya dari kemarin-kemarin juga selalu berkoordinasi dengan Kementrian Kelautan dan juga kepada Pak Menko Luhut Binsar Panjaitan ini akan semakin intesif kita lakukan,” ungkapnya.

Terkait dengan persoalan tenaga kerja dari China yang ada di Indonesia, menurut Cak Imin, tenaga asing tetap diperbolehkan tetapi tidak boleh merugikan. “Saya dikira dipermudah bukan dalam arti merugikan. Dipermudah itu prosedur dan penempatannya untuk investasi, tetapi jangan menggusur tenga-tenaga kerja kita,” ucapnya.

“Mengenai tenaga kerja asing di PLTU Cilacap. Saya akan minta kepada Menteri Tenaga Kerja untuk melakukan cek sekaligus melakukan audit. Apakah sesuai dengan aturan atau tidak. Yang penting harus ditegakan aturan, agar para nelyan disekitar sini mendapat keuntungan dari investasi adanya PLTU,” pungkasnya. //Wd.