Selasa, 13 Maret 2018 - 08:54:56 WIB
Tiga Pengedar Psikotropika Dibekuk Polisi
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 315 kali

Cilacap - Tiga pelaku pengedar obat-obatan  terlarang (psikotropika) berhasil dibekuk jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap di tempat terpisah dalam waktu tak berselang lama. Ketiga tersangka itu ialah AMJ (27) warga Desa Gandrungmanis Kecamatan Gandrungmangu, MHS (26) warga Desa Adiraja Kecamatan Adipala, dan TH (41) warga Desa Menganti Kecamatan Kesugihan.

AMJ ditangkap di depan toko Jalan Raya Gandrungmangu, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu. Dari tangan AMJ, polisi berhasil menyita 10 butir obat jenis actazolam alprazolam, 530 butir tramadol, 4 butir obat warna putih, 1 butir obat jenis merlopam lorazepam, 1 unit ponsel merk samsung dan uang sebesar Rp 750.000,-.

Sementara MHS diringkus di rumahnya, barang bukti yang disita yakni 5.532 butir obat jenis seledryl, 4 bungkus plastik klip yang masing-masing berisi 15 butir jenis seledryl yang sudah dibuka kemasannya, 50 butir tramadol, 1 unit ponsel jenis samsung dan uang Rp 120.000,-. Sedangkan dari tangan TH, barang bukti yang diamankan, 19 bungkus plastik kilp yang masing-masing berisi 8 butir pil warna kuning bertuliskan DMP dan uang Rp 605.000,-. TH ditangkap di wilayah Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.

Dalam keterangan press release di Mapolres Cilacap, Senin (12 Maret 2018), Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan tiga pelaku pengedar obat-obatan terlarang dan semua diamankan di wilayah Cilacap dengan tiga tempat yang berbeda.

“Dari ketiga pelaku, kita amankan barang bukti obat-obatan terlarang (psikotropika) yang memang dilarang untuk diedarkan,” jelasnya.

Dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini berawal informasi dari masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pelaku yang selama ini (beroperasi) mengedarkan psikotropika di wilayah Cilacap. “Dari para pelaku kita amankan 10 ribu butir lebih yang seharusnya tidak dijual bebas,” ujarnya.

Menurut pengakuan para tersangka, obat-obatan tersebut dibeli secara online. Obat-obatan yang dibeli, kemudian dibuka dari kemasan dan dijual secara legal di masyarakat dengan harga Rp 10.000 per bungkus isi delapan butir. “Modusnya semua hampir sama (0nline). Setelah diterima barangnya lalu dibuka dari kemasan (diecer) dan diedarkan ke masyarakat terutama di kalangan remaja,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, dalam kasus ini, para tersangka akan dijerat dengan UU No 5/1997 tentang psikotropika dan UU No 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun. //Wd.