Senin, 12 Maret 2018 - 16:52:26 WIB
Dewadaru, Keberuntungan Untuk Semua Umat
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 389 kali

Dalam khasanah Jawa, Dewadaru asal kata dari Dewa (malaikat) dan Daru (wahyu) memiliki arti malaikat pembawa wahyu atau pembawa kebenaran. Dewandaru mempunyai nilai tinggi karena siapapun yang memakai Gelar tersebut, dia dipercaya atau dipilih Tuhan.

Sementara, dalam kehidupan masyarakat Jawa, Dewadaru akan turun kepada seseorang yang akan menjadi pemimpin. Contoh sederhananya terjadi pada saat akan dilangsungkannya pemilihan kepala desa. Turunnya Dewadaru (wahyu) ini merupakan moment yang selalu dinantikan oleh seluruh kalangan masyarakat Jawa pada umumnya.

Pemahaman bahwa Dewadaru yang selalu dikait-kaitkan dengan derajat, pangkat, dan kawibawan merupakan pengertian yang salah kaprah, menurut Titut Edi Purwanto, seniman serbabisa asal Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Banyumas saat ditemui PAMOR dikediamannya, Kamis (1 Maret 2018) lalu.

Menurutnya, Dewadaru adalah perlambang dari kabejan (keberuntungan) atau pepadang yang bisa dialami oleh semua umat manusia, jadi bisa dikatakan bahwa Dewadaru itu relatif yaitu sebuah keberuntungan yang datang sesuai dengan porsi sipenerima.

Di jawa ada istilah wong yen lagi ketiban dewadaru apa-apane mesti kepenak, ungkapan inilah yang memaknai bahwa Dewadaru sebagai kabejan, hanya saja terkadang manusia tidak menyadari dan bahkan tidak merasakan kalau dirinya baru saja menerima Dewadaru.

Sebagai manusia tentunya kita harus bijak dalam mengartikan sebuah perlambang untuk kehidupan bermasyarakat. Mengartikan Dewadaru dari kata dewa yang memiliki arti kemuliaan dan daru yang berarti kenikmatan, tentunya akan menjadikan keselarasan manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

"Dewadaru diterima oleh seseorang itu berefek pada kanan kirinya yang berfikir positif, dan itulah keselarasan hidup karena orang lainpun secara tidak sadar juga ikut merasakan," ucapnya.

Jadi bisa diartikan bahwa Dewadaru itu akan turun kepada seseorang yang benar-benar ikhlas, menjalankan laku hidup tapi tidak pernah mengharapkan ataupun mencari. Itulah kenapa kalau orang dulu selalu bilang untuk memperoleh Dewadaru itu mastukone tidak mudah.

Memang tidak dipungkiri, banyak riwayat sejarah yang mengatakan bahwa Yang Maha Kuasa selalu menurunkan Dewadaru kepada manusia pilihan sebagai panutan umat. Namun alangkah bijak jika kita sebagai manusia tidak mencari ataupun mengharapkan.//ipung