Sabtu, 10 Maret 2018 - 22:37:13 WIB
Tangkal Penyebaran Paham Radikalisme
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 353 kali

Banjar - Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjar, Polda Jawa Barat menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjar, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Marbot dan Dai se Kota Banjar di Aula Dalmas Mapolres Kota Banjar, Sabtu (10 Maret 2018).

Forum Silaturahmi Kamtibmas dibuka langsung oleh Kapolres Banjar AKBP Twedi.AB, S.Sos,Sik, MH dan dihadiri 100 peserta diantaranya Sekertaris MUI Kota Banjar, Ketua DMI Kota Banjar, Ketua Dai Kamtibmas, Marbot, DKM dan para PJU Polres Banjar.

Pertemuan ini merupakan deklarasi Kepolisian dan tokoh agama dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kamtibmas dan mengantisipasi penyebaran paham radikalisme di wilayah hukum Kota Banjar.

Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan dan penandatanganan deklarasi yang ditandatangani Ketua MUI, Ketua DMI, perwakilan DKM, perwakilan Marbot, dan perwakilan Dai kamtibmas.

Kapolres Banjar AKBP Twedi mengatakan, salah satu poin dalam deklarasi adalah menjadikan mimbar masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah secara sejuk, menolak paham radikal dan jadikan masjid perekat umat penguat bangsa dan negara.

Kapolres juga menghimbau untuk menolak paham radikalisme yang mengharapkan tujuan tertentu. Ia juga meminta kepada warga agar bermedsos secara bijak.

“Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif. Diantaranya, semua anggota agar meningkatkan silaturahmi di semua lapisan masyarakat,” tuturnya.

Kapolres juga mengutif filosofi dari Khalid bin Walid bahwa gelar yang tersandang terkait makna "pedang yang terhunus" bisa di implementasikan dengan sikap tegas, bijaksana dan tentunya beribadah yang suguh suguh dalam kehidupan sehari hari.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjar yang di wakili oleh  Sekretaris MUI KH Iskandar Efendi, SH.I mengapresiasi deklarasi yang digelar Polres Banjar. "MUI mendukung sepenuhnya terhadap kepolisian, khusus untuk penggunaan media sosial,” ucapnya.

Iskandar juga mengajak agar umat Islam mengikuti fatwa MUI no 24 tahun 2017 tentang hukum dan muamalat bermedia sosial. Maka Insa Allah akan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. //Yuli.