Selasa, 06 Maret 2018 - 14:36:11 WIB
Polres Kota Banjar Gelar Press Release Pencabulan Anak
Diposting oleh : Heru
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 432 kali

Banjar - Kepolisian Resort (Polres) Kota Banjar, Polda Jawa Barat menggelar press release atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan korban SK (13), dan AS (12). Kegiatan press release tersebut di selenggarakan di Mapolres Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (05 Maret 2018).

Tersangka berinisial YS (48) tega mencabuli anak di bawah umur terjadi pada hari Sabtu, 04 November 2017, sekira pukul 19.00 WIB, di Dusun Sukanegara, RT 02, RW 01, Desa Waringinsari, Kecamatan Langgensari, Kota Banjar.

Jajaran Kepolisian Polres Kota Banjar mengumpulkan barang bukti, berupa 1 potong jaket warna hitam, 1 potong celana jeans panjang, 1 potong kaos lengan panjang warna merah, 3 potong celana dalam, 1 jam tangan, 1 pasang sepatu, 1 unit motor Honda Vario warna hitam, dan 1 buah HP Samsung Tipe J7 Prime.

Dalam press release, Kapolres Kota Banjar, AKBP Twedi. AB, S.Sos, SIK, MH menerangkan kronologis kasus tersebut. Awal mula kejadian pencabulan, pelaku YS bertemu dengan korban di kebun pisang pada tanggal 4 November 2017, sekira pukul 16.00 WIB, dan pelaku mengajak korban pada pukul 18.30 WIB dengan menggunakan motor Honda Vario warna hitam untuk jalan-jalan. Tersangka membawa korban ke Alfamart untuk membeli rokok dan minuman.

“Sebelum berangkat tersangka menyuruh korban untuk menyetir sepeda motor. Dan ketika dalam perjalanan tersangka memegang alat kemaluan korban, namun sempat ditolak oleh korban,” tutur Kapolres.

Lebih lanjut, Twedi menambahkan setibanya di Dusun Sukanegara, RT 02, RW 01, Desa Waringinsari, Kecamatan Langgensari, Kota Banjar, tepatnya di pinggir jalan yang berada di tengah sawah samping SMPN 4 Kota Banjar, tersangka dan korban turun dari motor, lalu korban minum air yang telah dibelinya di Alfamart.

Setelah itu tersangka mengajak korban berhubungan intim dan korban pun sempat menolaknya. Karena korban merasa takut, lalu korban menyeder di pinggir motor, dan celananya ditarik oleh tersangka.

Selanjutnya tersangka mengambil handbody dan tisssu yang ada di bawah jok motor tersangka. Dan terjadilah pencabulan oleh tersangka terhadap korban.

Setelah selesai menjalankan aksi bejatnya, lanjut Kapolres, tersangka memberi uang jajan sebesar Rp. 50 ribu kepada korban. Kemudian tersangka langsung mengantarkan korban pulang ke rumah dan berhenti di kebun pisang supaya tidak diketahui oleh warga.

“Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU no. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 KUHP. Dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun, maksimal 15 Tahun,” tandasnya.//heru.