Selasa, 06 Maret 2018 - 14:08:15 WIB
Polresta Banjar Ungkap Pelaku Pemalsuan Surat Akta Perceraian
Diposting oleh : Heru
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 398 kali

Banjar - Berdasarkan laporan AN (istri pertama) warga di Dusun Ciaren, RT 04, RW 06, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Polres Kota Banjar ungkap YG warga Lingkungan Babakansari, RT 07, RW 11, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar sebagai pelaku atas dugaan pemalsuan dokumen.

Tersangka bekerja sebagai buruh honorer di lingkungan Pemerintahan Kota Banjar dilaporkan AN ke pihak Kepolisian Polres Kota Banjar, pada tanggal 18 Januari 2018.

Dalam press release, Senin, ( 5 Maret 2018), Kapolres Kota Banjar, AKBP Twedy. AB, S.Sos, SIK, MH menuturkan tersangka akan dijerat pasal pemalsuan surat akta perceraian, kalau buku nikah yang dikeluarkan KUA semuanya asli.

“Hal ini sudah kita kroscak di pengadilan agama, ternyata Pengadilan Agama tidak mengeluarkan akta cerai tersebut,” kata Twedi.

Berdasarkan keterangan, lanjut Kapolres, tersangka mengajukan cerai dengan pelapor pada hari Selasa, 14 November 2017, di Pengadilan Agama Ciamis, dengan nomor perkara 4294/Pdt.G/2017/PA.Cms tanggal 14 November 2017.

Kemudian tersangka pada hari Senin, 18 Desember 2017, sewaktu di Masjid Islamic Center Ciamis, bertemu dengan seseorang yang mengaku bernama S, seorang advokat. Seorang advokat tersebut meminta biaya sebesar Rp. 2,6 juta rupiah, yang selanjutnya pada Rabu, 27 Desember 2017, tersangka menerima akta cerai tersebut dari seseorang yang mengaku sebagai salah seorang advokat. Dan pada Sabtu, 06 Januari 2018, tersangka menikah dengan HY, dengan buku nikah nomor : 0024/24/I/2018 tanggal 06 Januari 2018, yang dikeluarkan oleh KUA Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Surat dari Pengadilan Agama Ciamis : Akta cerai nomor : 0651/AC/2017/PA/Cms, tanggal 12 September 2017, atas nama H. Maskam bin Sanhapi dengan Hj. Isah bin Wikarta, perkara nomor : 0504/Pdt.G/2017/PA.Cms adalah atas nama AN bin Eri K, dengan Yayat H bin Sukri, dengan akta cerai nomor : 759/Ac/2017/PA. Cms, dan perkara nomor : 4294/Pdt.G/2017/PA. Cms di buku register gugatan Pengadilan Agama Ciamis, adalah atas nama YGY, bin Wawan S, dengan AN bin Juju D, sekarang belum putus karena masih proses persidangan.

Adapun kerugian yang dialami oleh pelapor akibat terjadinya dugaan tindakan pidana Pemalusan Akta Cerai nomor : 0651/AC/2017/PA/Cms, tanggal 12 September 2017, tersebut adalah non materinya status dirinya yang tidak jelas dan materinya biaya hidup sejak Tanggal 11 September 2017 sampai sekarang sebesar Rp. 6 juta rupiah.

“Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 266 ayat (2), dan atau pasal 263 ayat (2) KUHPidana,” jelas Kapolres.

Berkas yang diterima Polres Kota Banjar kemudian diserahkan ke Kejaksaan untuk proses lebh lanjut.

Untuk menghindari akan kejadian yang sama, Kapolres Banjar menghimbau pihak Pengadilan Agama dan KUA apabila menerima akta cerai, khususnya KUA kalau menerima akta cerai untuk melakukan kroscak terlebih dahulu ke pengadilan agama. “Apakah akta cerainya resmi terdaftar dan dikeluarkan oleh Pengadilan Agama atau tidak, jadi tidak akan terulang kembali kasus yang sama,” tandas Kapolres Banjar.//Heru.