Jumat, 09 Februari 2018 - 14:49:04 WIB
Gunung Srandil (Srana Lan Adil)
Diposting oleh : Heru
Kategori: Jendela Wisata - Dibaca: 102 kali

Gunung Srandil menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Cilacap yang banyak dikunjungi wisatawan. Obyek wisata yang tidak sekedar menyuguhkan panorama alamnya saja tetapi juga memberikan suguhan untuk ketenangan hati. Tentunya bagi mereka yang memercayainya, hal itu terkait dengan keberadaan petilasan para leluhur yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa. Sebab itulah gunung ini lebih dikenal sebagai obyek wisata religi.

Terletak di pesisir pantai Selatan tepatnya di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Gunung Srandil berada dibawah naungan KODAM IV DIPONEGORO yang dikelola oleh DENSIBANG (Detasemen Seni dan Bangunan). Selain keberadaan beberapa petilasan yang kerap di ziarahi pengunjung, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan sarana ibadah berupa Musholah yang kebetulan pagi tadi Jumat, 9 Februari 2018 sedang dibersihkan oleh beberapa anggota Koramil 08/ Adipala dalam rangka kunjungan Pangdam IV/ Diponegoro pada 12-14 Februari 2018 mendatang.

Srandil asal kata dari Srana lan Adil, mengandung arti bahwa Gunung Srandil merupakan salah satu sarana mencari keadilan hidup, tempat untuk mengasah diri dan mendalami arti hidup. Tempat peziarahan yang di dalamnya bersemayam para leluhur tanah Jawa, demikian menurut kepercayaan masyarakat sekitar. Konon Gunung Srandil merupakan titik utama Eyang Semar atau Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo. Sedikitnya ada tujuh titik pepunden atau leluhur yang bersemayam, ketujuh titik tersebut terbagi dalam dua lokasi, yaitu lokasi dibawah ada lima titik pepunden dan dua titik lainnya ada di puncak Gunung Srandil. Kesemuanya merupakan rangkaian yang berurutan apabila hendak berziarah.  

Dimulai dari Eyang Sukmo Sejati, atau Eyang Sukmo Sejati Kunci Sari Dana Sari yang menjadi kunci pertama atau kunci pembuka Gunung Srandil. Kedua adalah Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi, ini merupakan titik gaib pertama tertua disini. Ketiga adalah Nini Dewi Tunjung Sekar Sari, ini merupakan keramat murni sebagai pendamping atau istri dari Eyang Semar. Keempat adalah Eyang Semar atau Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo, tempat ini merupakan titik utama Gunung Srandil. Berikutnya yang kelima adalah petilasan Eyang Juragan Dampu Awang, atau Sampokong, atau Sunan Kuning. Seorang juragan (saudagar) kaya dari Negeri China beragama Islam, yang dahulunya pernah singgah untuk melakukan semedi di tempat ini.

Yang keenam petilasan Eyang Langlang Buana, merupakan titisan dari Dewa Wisnu yang masih ada kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran, di Jawa Barat. Terletak dipuncak Gunung Srandil. Titik yang ketujuh adalah Eyang Mayang Koro atau Hanoman, yang menjadi gaib murni sebagai pendamping Eyang Langlang Buana.  Dari ketujuh titik petilasan inilah para peziarah memanjatkan doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk mengutarakan apa yang menjadi hajat atau cita-citanya agar terkabulkan.

Selain Gunung Srandil, KODAM IV DIPONEGORO juga menaungi beberapa obyek wisata lainnya seperti : Pantai Teluk Penyu, Pantai Pasir Putih, Pantai Jetis, Pantai Ketapang Indah, Pantai Indah Widarapayung, dan Nusakambangan.//sp