Kamis, 21 Desember 2017 - 20:35:42 WIB
Telaga Sunyi Di Kaki Gunung Slamet
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Jendela Wisata - Dibaca: 826 kali

Hanya ada satu kata yang terucap "Sunyi" meskipun suara gemuruh air terjun yang mengalirkan airnya diantara bebatuan melintasi telaga itu, tetapi tidak memengaruhi kesunyian yang ada. Panorama alam perpaduan antara sungai yang membelah hutan dengan rimbunan semak belukar dikedua sisinya, ditambah dasar sungai yang rapat dengan batu sambung bercorak acak mengikuti aliran air semakin menampakan kejernihannya. Namanya pun mencerminkan keadaannya yaitu Telaga Sunyi.

Berada di area hutan damar berjarak sekitar 3 km dari lokawisata Baturraden diketinggian 650 mdpl, Telaga Sunyi terletak di aliran Sungai Pelus yang berhulu di belantara hutan Gunung Slamet. Namun demikian, telaga tersebut memiliki mata air sendiri dan tidak bergantung dari aliran sungai tersebut. Hal ini terlihat saat musim kemarau, telaga menjadi jernih dan tetap mengalirkan airnya meski sungai di atasnya kering. Sebaliknya saat musim penghujan seperti saat ini limpahan air membentuk curug atau air terjun yang jatuh di telaga menambah keelokannya.

Suasana akan semakin sunyi manakala awan hitam mulai menyelimuti, tak lama berselang hujan pun turun dan pengunjung mulai bergegas meninggalkan lokasi karena memang tidak tersedia tempat untuk berteduh. Hal itu sangat dimaklumi mengingat letaknya di aliran sungai dan dikhawatirkan terjadi banjir disaat hujan. Untuk itu pengunjung dapat berteduh di area parkir yang berjarak sekitar seratus meter dengan jalan yang relatif landai dan aman dilalui. Seperti yang terjadi pada Kamis 21 Desember 2017, Saat PAMOR dilokasi dan berbincang dengan Eyang Suciwati (80) dan Tani (77) pengunjung asal Kota Tegal bersama anak dan cucunya.

Dibalik kesunyian lahir yang disuguhkan rupanya ada kesunyian bathin yang tersimpan, tentu bagi mereka yang memercayainya. Tidak sedikit pengunjung yang hadir menyempatkan mandi dan mengambil airnya untuk dibawa pulang. Sekedar sarat untuk menenangkan diri membersihkan jiwa yang diwarnai riuhnya kehidupan duniawi, jiwa pun butuh kesunyian untuk menangkap petunjuk ilahi. Pada malam tertentu seperti Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon juga kerap didatangi pengunjung dengan tujuan tersendiri, tentunya bukan untuk berwisata. Demikian menurut penuturan Tirkam (39) yang sudah beberapa tahun mengabdikan dirinya di Telaga Sunyi.//sp.